mhnews.id.- Untuk sebuah perubahan diperlukan sikap kritis yang konstruktif. Hal inilah yang dilakukan Abdul Rohman dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota dewan. Dia menilai sikap kritis bagi anggota dewan itu harus, asal tidak melanggar undang undang dan aturan Partai Politik.
Keras dan tegasnya ketika berada di Parlemen, banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya ketidakadilan dalam pengalokasian anggaran, masih lemahnya penataan struktur organisasi tata kelola pemerintahan, dan faktor lain yang dinilainya masih perlu dibenahi.
Itulah sebabnya pada tahun 2014 Rohman memilih terjun ke dunia politik praktis. Ia menyadari untuk membenahi kekurangan itu harus menjadi bagian permasalah tersebut. Dan sebagai pintu masuk untuk berkiprah ia memilih bergabung dengan PDI-P, partai yang memiliki konsep juang sama seperti dirinya, membela rakyat kecil.
“Motivasi terjun ke politik adalah pintu masuk untuk berkiprah ikut serta memberikan andil dalam membangun. Saya memilih menjadi keluarga besar PDI-P karena sangat cocok untuk membantu masyarakat agar bisa ikut menikmati pembangunan,” tegasnya.
Awal masuk di Parlemen tahun 2014, diakui Rohman banyak hambatan dan kendala. Diakuinya, meskipun sudah jadi anggota dewan, tidak mudah menembus oligarki pemerintah yang sudah tersistematis.