Itulah sebabnya Rohman bersuara keras, tegas, dan lugas. Karena kalau lemah, oligarki pemerintah selamanya tidak akan bisa ditembus dan harapan bisa memperbaiki kelemahan di lembaga eksekutif, terutama memperjuangkan hak-hak rakyat pun akan sia-sia.
Rohman melihat regulasi yang tumpang tindih baik di eksekutif maupun di legislatif, alokasi APBD yang kurang berpihak ke rakyat kecil, dan banyak faktor lainnya. Pekerjaan awal menjadi anggota Parlemen itu dirasakan Rohman paling fenomenal dan tersulit.
Menjadi control pemerintahan
Setelah terjadi pergantian Pemimpin Daerah tahun 2020 lalu, Rohman mengaku tetap akan menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol pemerintah, terutama terhadap kebijakan yang diambil dan dijalankan pemimpin Kabupaten Indramayu. “Saya tetap akan kritis, tetapi konstruktif,” tuturnya.
Ia dan Partainya akan mendukung setiap langkah kebijakan pemerintah jika sesuai dengan Visi dan Misi, terutama terhadap 10 Program Unggulan yang menjadi skala prioritas program kerja Bupati. Namun ia juga akan kritis jika dalam pelaksanaannya melenceng dari Visi dan Misi itu.
Dikatakan Rohman, Indramayu saat ini telah mengalami perubahan fundamental yang sangat besar setelah pergantian pemimpin baru. Untuk mewujudkan perubahan yang lebih luas lagi, terutama dalam hal tata kelola pemerintah yang bersih, diakuinya menjadi tantangan tersendiri bagi Bupati dan perangkatnya.