Bersamaan dengan sosialisasi tersebut, kata Supriadi, Bawaslu juga mengenalkan permainan edukatif, yaitu permainan ular tangga demokrasi. Menurutnya, permainan tersebut perlu disampaikan agar segala terkait Pemilu tak selalu dipandang sebagai hal yang rumit.

“Tapi kalau kita kemas dengan satu permainan, jadinya Pemilu menjadi satu hal yang asik dan menyenangkan. Karena harapan kita, Pemilu dan politik itu bukan sesuatu hal yang rumit. Tetapi Pemilu dan politik itu menjadi satu hal yang biasa, menyenangkan bagi semua pihak,” ujarnya.
Selain kepada santri, pihaknya juga merencanakan akan mengagendakan mensosialisasikan kepada pelajar tingkat SMA atau sederajat. Untuk itu, terlebih dahulu akan ditempuh koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebelum pelaksanaannya.
Diharapkan, Pemilu menjadi bagian bagi seluruh warga masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengawasan dan pencegahan pelanggarannya. Tak lain, upaya yang dilakukan yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hal-hal yang melanggar dan tidak melanggar.