“Kerja-kerja GP Ansor yang konsisten ini menjadi terganggu ketika pada musim pemilu, isu-isu yang mengatasnamakan agama ini justru menjadi pemicu polarisasi di masyarakat, menjadi pemecah belah, yang dikhawatirkan ini akan mengganggu integritas bangsa,” kata Edi.
Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat Indramayu untuk mengawal Pemilu 2024 agar berjalan damai tanpa adanya politik identitas yang bernuansa agama yang bisa merusak kerukunan sesama warga bangsa.
“Pemilu ini harus menghasilkan para pemimpin yang lebih baik tanpa harus dicegah, tanpa harus dibatasi, hanya karena berbeda ras, suku, agama dan sebagainya,” ujarnya.
Stafsus Menag RI, Dr. Nuruzzaman mengatakan pihaknya telah melakukan upaya-upaya untuk mencegah politik identitas, di antaranya telah meluncurkan program-program seperti Badan Kesejahteraan Masjid.