Ketua DPRD H. Syefudin menyebut politik identitas sebagai benalu demokrasi. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk menekan politik identitas agar tidak muncul pada Pemilu 2024.
“Agama bukan untuk kepentingan politik, tapi politik untuk kepentingan agama. Yang tentu saya setuju itu,” paparnya, singkat.
Narasumber lain, Kapolres AKBP, M. Fahri Siregar mengatakan perlunya mengedukasi masyarakat untuk menangkal politik identitas. Pihaknya telah bekerja sama dengan Kemenag RI, yaitu mengerahkan para Babhinkamtibmas supaya bersama-sama dengan para penyuluh agama mengedukasi masyarakat agar politik identitas tidak mengemuka.
“Cuma memang sampai saat ini penyuluh agama cuma penyuluh agama Islam. Mudah-mudahan ke depan bisa lintas agama bisa bergabung dengan kami supaya nanti sama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat mencegah terkait politik identitas bernuansa agama,” terangnya.