Sementara itu, Komisioner KPU, Dewi Nurmalasari sebagai penyelenggara pemilu mengaku perlu upaya-upaya kolaboratif untuk menceagah terjadinya politik indentitas.
Menurutnya, apa yang dilakukan GP Ansor Indramayu melalui diskusi ini merupakan bagian dari mitigasi sebagai tindakan pencegahan terjadinya politik identitas pada Pemilu 2024.
“Apa yang dilakukan Anshor kami sangat mengapresiasi. KPU merasa tidak sendirian, kami yakin Ansor menjadi lokomotif bagi penguatan demokrasi Indonesia dan tentunya Indramayu menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain,” tegasnya.
Penyelanggara pemilu lainnya, Ketua Bawaslu Nurhadi mengatakan bahwa terkait poltik identitas ia mempersilakan untuk beridentitas karena identitas itu suatu hal yang penting. “Identitas itu penting, asal jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” ujarnya.