“Semua harus dilibatkan, anak muda dilibatkan, tokoh adat dilibatkan, tokoh agama dilibatkan dan semuanya harus duduk bersama,” imbuhnya.
Ganjar lantas berpendapat, jika semuanya duduk bersama maka akan saling mendengarkan. Setelah saling mendengar, maka berbagai pihak itu akan mencari solusi yang paling bisa disepakati.
“Itulah sepakat, kalau kuliah belajar ilmu politik, itu yang disebut konsensus. Kalau sudah sepakat, maka semua bisa menerima maka kita akan mengurangi, persamaan akan mengurangi rasa benci karena kita perhatian,” ujar Ganjar.
Lebih jauh, Ganjar menitikberatkan pada keadilan infrastruktur di Papua. Ia kemudian mengungkap kondisi terkini di Merauke terkait akses jalan yang masih harus menjadi perhatian pemerintah.