“Dia menyampaikan, ‘kami anak muda tersinggung kalau sekadar dikasih gimik’, maka perlu pencerdasan edukasi politik, berdasarkan apa programnya untuk anak muda. Ketika saya ketemu anak muda, tidak semua anak muda suka gimik kok,” ujarnya.
Menurutnya, gimik boleh digunakan. Namun, tidak menghilangkan substansi dan edukasi. “Jadi boleh pakai gimik tapi jangan menghilangkan substansi,” tuturnya.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo, mengatakan saat ini pemilih pemula tidak terlalu tertarik pada visi misi yang ditawarkan oleh peserta pemilu. Ganjar menyebut mereka cenderung lebih tertarik pada gimik-gimik politik.
Padahal, kata Ganjar, seharusnya publik lebih tertarik pada visi misi dan gagasan. Hal itu, menurutnya, agar demokrasi dapat berjalan secara substansial.