Mantan Gubernur Jawa Tengah itu lantas bercerita saat melaksanakan kampanye pertama di Merauke. Dia mengatakan saat itu bertemu dengan seorang pendeta yang berusaha menolong ibu melahirkan.
“‘Bapak Ganjar kami berada dalam ketidakmudahan, kami tidak punya ilmu itu, tapi di kampung kami tidak ada fasilitas itu, dan tidak ada orang yang mau menolong ini dan mampu menolong ini, yang ada tinggal kami’,” ujarnya.
“Bapak Ibu, bagaimana menolongnya, mereka kalau membawa ke rumah sakit, RS jauh, ke mana mereka harus lewat, bukan jalannya rusak atau jelek, tidak ada jalan, dan kemudian kita berpesta pora tinggi-tinggi sekali, maaf, dan Rp 400 Triliun mau digunakan untuk makan siang,” lanjutnya.
Dia lantas meminta para pendukungnya untuk kritis terhadap program-program yang ditawarkan. Sebab, menurutnya, setiap program yang ditawarkan akan memiliki tanggung jawab moral.
Penulis: Wawan Idris