“Ada beberapa alasan saya sowan. Yang pertama untuk silaturahmi. Agar saling mengenal. Yang kedua untuk meminta doa restu dan tadi juga sudah didoakan pak kiai. Yang ketiga ini kita menjalin komunikasi,” kata Atikoh di Ponpes Tarbiyatus Salafiyah, Probolinggo, Jatim.
Dalam acara istigasah, Atikoh berbicara mengenai pendidikan santri di pesantren. Menurutnya, pendidikan di pesantren mencangkup pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis.
Dikatakan pendidikan di ponpes sangat lengkap, meliputi potensi intelektual, emosional, phisik, sosial, estetika, dan spiritual. Sebab, katanya, pendidikan tersebut akan dibawa hingga dewasa.
“Di pesantren tidak hanya dididik dari sisi agama, tidak hanya menghafal seluruh juz alquran, tetapi disini pendidikannya sangat holistik,” ujarnya.