Mega dalam konteks ini, lebih memilih mengorbankan kehendaknya dibanding mengutak-atik Konstitusi hanya untuk memuaskan selera individu. Determinasi Mega untuk merawat Konstitusi sangat teruji.
Mungkin saja ada yang berpendirian bahwa Megawati menolak mengamandemen Konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi, karena Megawati mempersiapkan putrinya sendiri untuk maju jadi calon presiden.
Asumsi dan persangkaan ini dengan sendirinya gugur karena nyatanya, Megawati tidak mendesakkan keinginan untuk menjadikan putrinya, Puan Maharani, menjadi calon presiden, mewakili PDI-P. Justru Ganjar Pranowo yang didapuk menjadi calon presiden dari PDI-P.
Pendirian kokoh seorang Mega untuk menjaga Konstitusi agar tidak dengan mudah diamandemen demi melayani kepentingan pribadi, tidak lepas dari pengalaman empiriknya yang getir di masa lalu.