27.9 C
Indramayu
Rabu, Januari 28, 2026


Desa Berprestasi dapat Insentif Rp 9 Miliar, Dedi Mulyadi: Upaya Mendorong Kinerja dan Tata Kelola

MHNEWS.ID.- Keterbatasan anggaran dan menurunnya alokasi dana dari pemerintah pusat bukan menjadi penghalang dan hambatan untuk membangun infrastruktur desa.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai bertemu Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam.

- Advertisement -

Pada pertemuan tersebut, Apdesi menyampaikan kekhawatiran pemerintah desa terhadap dampak penurunan anggaran bagi pembangunan.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan, berkurangnya dukungan fiskal dari pusat berpotensi menghambat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di desa.

Namun Dedi mengatakan, APDESI tak perlu khawatir karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan mengambil peran untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

“Pemprov Jawa Barat, walaupun juga memiliki keterbatasan pembiayaan, akan membangun desa-desa, terutama infrastruktur dan akan dimulai dari tahun ini dan tahun ke depan,” tegas Dedi.

Dedi menjelaskan, fokus pembangunan diarahkan pada infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat, seperti jaringan irigasi pertanian, drainase lingkungan, serta penerangan jalan umum (PJU).

Infrastruktur tegas Dedi, merupakan kebutuhan mendasar masyarakat desa dan berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.

Baca Juga :  Hebat! 1.000 Hektare Sawah Indramayu Jadi Pilot Project Pertanian Organik di Indonesia

Apresiasi Desa Berprestasi

Selain pembangunan fisik, Pemprov Jabar juga mendorong peningkatan kinerja desa melalui skema insentif. Insentif diberikan kepada desa berprestasi lewat program Anugerah Gapura Sri Baduga.

Dedi menyebutkan, desa peraih juara pertama dalam program tersebut mendapatkan hadiah sebesar Rp 9 miliar.

Insentif itu diharapkan menjadi dorongan bagi desa lain untuk mempercepat pembangunan dan memperbaiki tata kelola.

Pemprov Jabar berharap, pembangunan infrastruktur dan pemberian insentif dapat menjaga laju pembangunan desa meski ruang fiskal terbatas.

“Juara kecamatannya mendapat Rp 200 juta. Kan itu juga insentif juga. Ini akan memacu desa-desa untuk berpacu di tahun depan karena, kan juara ini berlangsung dalam setiap tahun,” pungkas Dedi.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler