ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Apakah hukuman terberat Alloh Azza wa Jalla bagi pelaku kemaksiatan?
Jawabannya ternyata bukan hanya hukuman fisik seperti sakit, kemiskinan, atau musibah. Hukuman ini tidaklah masuk kategori berat, walaupun sakitnya parah, sangat miskin, dan musibah bertubi-tubi.
Lalu apa hukuman yang berat bagi pelaku kemaksiatan?
Hasan Basri rahimahullah pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Imam, Anda selalu membahas tentang dosa dan efeknya. Saya ini bertahun-tahun berbuat dosa tetapi saya tidak pernah merasakan hukuman Alloh!”
Hasan Basri rahimaluloh menjawab, “Sungguh salah penilaianmu itu. Hukuman Allah sudah sangat besar pada dirimu. Cuma kamu tidak menyadari.”
Orang itu penasaran. Dia katakan, “Apa hukuman Alloh yang telah diberikan kepada saya? Selama ini saya tidak merasakan?”
Hasan Basri rahimullah bertanya lagi, “Bukankah selama kau bermaksiat lisanmu tidak berdzikir kepada Alloh Azza wa Jalla? Dijawab, “Ya.”
“Bukankah kau tidak pernah mengucapkan doa kepada Alloh Azza wa Jalla?” Dijawab, “Ya”
“Bukankah kau tidak pernah membaca Al-Quran?” “Benar,” jawabnya.
“Bukankah selama ini kamu tidak pernah melangkahkan kaki ke masjid ketika ada panggilan azan untuk salat?” Dia bilang, “Yaa!”
“Bukankah selama ini kau tidur tidak pernah sholat malam?” Dia bilang, “Ya!”
Bukankah selama ini kau tidak pernah silaturahmi dengan keluargamu? Kau tidak pernah hadir di majelis ilmu? Kau tidak pernah termotivasi bersedekah? Dia jawag dengan tegas, “Yaa!
Hasan Basri rahimahullah mengatakan, ”Itulah hukuman yang paling berat atas dosa-dosamu!”
Jadi hukuman yang paling berat untuk pelaku maksiat adalah terharamkannya seseorang berbuat ketaatan kepada Alloh Azza wa Jalla.
Kalau hanya sekedar hukuman fisik kita bisa segera sadar, lalu istigfar, bertaubat, memohon ampunan Alloh Azza wa Jalla.
Tapi kalau dibuat lalai dari ibadah, merasa berat melakukan kebaikan, dan sebaliknya dibuat nyaman, dan senang dengan kemaksiatan itu maka sungguh ini hukuman paling berat.
Seseorang yang dihukum dengan kesenangan, duniawai, jabatan, harta, sulit untuk disadarkan.
Bagi sebagian orang, saat harta berlimpah, jabatan dan kekuasaan dalam genggaman lupa akan adanya Alloh Azza wa Jalla, bahkan menganggap Alloh Azza wa Jalla itu tak ada.
Penulis: Wawan Idris


