mhnews.id.- Sedikitnya 21 rumah warga di pesisir Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ambruk tergerus amukan ombak dan badai menyusul terjadinya cuaca ekstrim dalam sepekan ini.
Di Desa Eretan Kulon, banjir akibat rob yang disertai hujan dan angin kencang terjadi pada Sabtu (31/1/2022) sekitar pukul 04.00 WIB. Di sejumlah lokasi yang berdekatan dengan bibir pantai ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa.
Sejumlah rumah yang ambruk terkena gelombang air pasang tampak hanya menyisakan puing-puing dan material bangunannya saja. Sedangkan berbagai perabot yang ada di dalam rumah pun tak bisa diselamatkan hanyut terbawa arus.
Selain sekitar 21 rumah ambruk dan rata dengan tanah adapula kurang lebih sepuluh rumah warga yang rusak ringan. Namun demikian, kondisi rumah tersebut dalam kondisi kurang layak huni. Banjir juga merendam satu masjid.
“Beberapa rumah yang rusak itu lokasinya langsung di bibir pantai,” terang Bupati Indramayu, Nina Agustina saat mengunjungi lokasi pengungsian di Balai Desa Kertawinangun, Ahad (1/1/2023).
Saat ditanyakan mengenai bantuan perbaikan rumah tersebut, Nina menyatakan pemerintah akan mengupayakan memberikan yang terbaik.
“Ada bantuan perbaikan rumah, in syaa Allah kita masukan ke dalam program perbaikan Rutilahu. Camat dan Kuwu tinggal mendatanya. Kita akan upayakan,” kata Nina.
Pemerintah daerah, tegas Bupati Nina juga berencana akan merelokasi rumah-rumah warga yang lokasinya tepat di bibir pantai. Sebab, jika tidak direlokasi, rumah-rumah tersebut akan selalu terancam mengalami bencana serupa.
“Mau bagaimanapun nanti mungkin harus relokasi. Tapi untuk tempatnya dan lainnya, harus kita pikirkan dengan matang,” kata Nina.
Mengenai relokasi itu, tambah Nina akan mengeceknya lebih lanjut. Menurutnya, Kementerian Sosial juga akan turut membantu relokasi tersebut.
Sementara itu, warga di Desa Eretan Kulon yang terdampak bencana itu terpaksa harus mengungsi di Balai Desa Kertawinangun, yang menjadi lokasi pengungsian. Tercatat ada 240 jiwa warga yang mengungsi. Mereka terdiri dari 84 anak-anak, 56 lansia, dan 100 orang dewasa.
Namun, adapula warga yang mengungsi di rumah kerabat mereka. Nina menyatakan, bantuan untuk para pengungsi terus disalurkan. Dia pun mengapresiasi berbagai unsur yang turun langsung membantu para pengungsi.
Nina pun meminta semuanya untuk tetap siaga menghadapi ancaman bencana. “Sampai 3 Januari kita siaga karena cuaca terlalu ekstrim. Dari kemarin dan seharian ini hujan terus kita berdoa saja semoga besok cuaca cerah,” ungkap Nina.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




