mhnews.id.- Aliansi Buruh Tani Indramayu (ABTI) melakukan unjuk rasa (Unras) di dua titik, yaitu di depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (15/9).
Massa ABTI merupakan gabungan dari Serikat Tani Indramayu (STI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Paguyuban Pedagang Sport Center Indramayu (PPSCI), dan beberapa elemen lainnya.
Para pengunjuk rasa akan terus menyuarakan aspirasinya. Salah seorang Koordinator Lapangan (Korlap) STI, Andi Sutiana, mengatakan Unras kali ini fokus menyampaikan enam tuntutan.
Keenam tuntutannya yaitu menolak kenaikan harga BBM, cabut atau batalkan omnibuslaw alias UU Cipta Kerja beserta PP turunannya, naikkan UMK Indramayu sebesar 13 persen tahun 2023.
ABTI juga mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga kebutuhan pokok, penertiban dan pembenahan fasilitas area Sport Center Indramayu, dan jalankan reforma agraria sejati.

Lingkungan sport center ini dulunya area ruang terbuka hijau. Kini kondisinya kumuh dan banyak berdiri kios-kios liar. Foto: wi/mhnews.id
Penolakan kenaikan harga BBM masih menjadi tema utama Unras karena berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok. Masyarakat juga merasa kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Masyarakat di pelosok yang jauh dari SPBU kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Biasanya mereka membeli dari pengecer, namun sekarang BBM subsidi eceran pun sulit didapatkan.
“Sementara mau menggunakan BBM non subsidi harganya sangat mencekik masyarakat. Jelas tidak terjangkau. Karenanya kami mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga BBM,” katanya.
Dalam orasi itu masing-masing Korlap menyampaikan tuntutannya, termasuk perihal reforma agraria. “Terkait SK GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria), kami minta agar diperjelas,” ucapnya.
Massa Unras ditemui Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin. Ia mengakui memahami aspirasi tersebut dan akan berusaha memperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki lembaganya, DPRD.
“Reforma agraria sudah kami lakukan dan sudah menghasilkan enam rekomendasi. Soal penataan, sport center kami akan mengundang leading sektornya, dan yang terkait lainnya,” kata Syaefudin.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




