ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allâh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. .
Siapa pun dipastikan tidak ingin mendapatkan musibah. Karena tiada musibah menimpa seseorang, kecuali akan membuat penderiataan, kesengsaraan, kesedihan, bahkan putus asa. Dan tidaklah musibah menimpa seseorang kecuali sudah kehendak Alloh Azza wa Jalla.
Namun demikian Alloh Azza wa Jalla tidak akan menimpakan musibah kepada hamba-hamba-Nya tanpa sebab. Karenanya ketika kita ditimpa musibah hal yang paling utama dilakukan adalah bermuhasabah, instrospeksi, lalu menerimanya dengan sabar, tawaqal, serta ikhlas.
Sebagaimana firmal Alloh Azza wa Jalla dalam Surat an-Nisa ayat 79, faktor utama penyebab musibah yang menimpa manusia adalah dosa, kezaliman, dan kemaksiatan. Ini merupakan perkara yang pasti dalam syari’at yang suci ini.
Allâh Azza wa Jalla berfirman: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allâh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” .
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” .
Imam Ibnu Katsir rahimahullah tentang tafsir ayat ini, beliau mengatakan, “Musibah-musibah apa saja yang menimpa kamu wahai Adam, itu hanyalah karena keburukan-keburukan yang telah kamu lakukan. ‘Dan Allâh memaafkan sebagian besar’, dari kesalahan-kesalahan, sehingga Dia tidak membalas kesalahan-kesalahan kamu, bahkan Dia memaafkannya”.
Dalam surat yang lain Allâh Azza wa Jalla berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” .
Saat menjelaskan ayat, yang artinya, “disebabkan karena perbuatan tangan manusia”, Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa kekurangan pada tanaman dan buah-buahan disebabkan oleh kemaksiatan-kemaksiatan.
Abul-‘Aliyah rahimahullah berkata, “Barangsiapa bermaksiat kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi, maka ia telah berbuat kerusakan di muka bumi. Karena kemakmuran bumi dan langit adalah dengan ketaatan”. .
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. .
Sangatlah jelas, dalam ayat tersebut di atas Allâh Azza wa Jalla menerangkan bahwa penyebab siksa termasuk di dalamnya karena musibah itu adalah perbuatan manusia yang mendustakan ayat-ayat-Nya. Semoga bermanfaat.
Penulis : Wawan Idris
Sumber : https://almanhaj.or.id




