mhnews.id.- Api yang keluar dari flare di Kilang Pertamina RU VI Balongan membesar dan disertai dengan gemuruh yang lebih keras dari biasanya sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar, Selasa dini hari (24/1/2023) sekitar pukul 03.30.
Kejadian ini dipicu gangguan kelistrikan pada kilang tersebut. Namun demikian Tim Kilang Balongan berhasil atasi gangguan itu. Tim juga saat ini tengah melakukan proses membangkitkan dan pemulihan kembali operasional kilang maupun kelistrikan yang sempat mengalami gangguan
“Masyarakat diimbau untuk tidak panik dengan terlihatnya flare yang membesar yang merupakan dampak terganggunya listrik,” papar Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Pertamina Balongan, Mohamad Zulkifli kepada mhnews.id, Selasa (24/1/2023).
Zulkifli menegaskan kejadian ini tidak menyebabkan gangguan supply BBM. “Sekali lagi, mohon masyarakat tidak panik, karena flare yang membesar tidak berbahaya bagi masyarakat dan kilang akan segera beroperasi normal kembali,” ucapnya.
Diketahui, pada awal tahun 2023, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan melakukan pemeliharan skala kecil terhadap salah satu flare salah satu unit kilang.
Untuk pemeliharaan kilang dilakukan pada unit Naphta Processing Unit (NPU) yang bertujuan untuk menjaga menjaga kehandalan dan performa operasional kilang.
Pada kegiatan pemeliharaan unit NPU dan flare ini, Pertamina RU VI Balongan melibatkan 4 perusahaan kontraktor dengan serapan pekerja sekitar 150 orang.
Unit NPU atau yang dikenal sebagai Kilang Langit Biru Balongan (KLBB) sendiri merupakan unit yang mengolah bahan baku Naphta menjadi Gasoline dengan angka oktan tinggi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU VI Balongan Mohamad Zulkifli mengatakan, proses pelaksanaan pemeliharaan dijadwalkan berlangsung mulai 10-27 Januari 2023.
Perinciannya 10-17 Januari 2023 merupakan waktu untuk preparasi crane, kemudian 18-21 Januari 2023 merupakan waktu mechanical days, dan 21-27 Januari 2023 merupakan proses menjalankan kembali (Start Up) unit NPU.
Zulkifli menjelaskan, selama pelaksanaan kegiatan ada kemungkinan api flare atau pembakaran gas buangan akan berbeda dari biasanya disertai dengan suara gemuruh yang lebih besar.
Namun demikian, kata Zulkifli, seluruh proses kegiatan pemeliharaan dilakukan dengan prosedur baku yang aman dan mendapat pengawasan safety yang sangat ketat oleh fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
“In syaa Allah semuanya dalam pengawasan HSSE untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami harap masyarakat tidak merasa khawatir,” jelas Zulkifli.
Zulkifli menerangkan pekerjaan pemeliharaan unit NPU ini merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan. Selain pemeliharaan terhadap unit NPU, setiap tahun Kilang Pertamina Balongan juga melakukan pemeliharaan pada unit lainnya.
“Kita juga melakukan penggantian Katalis pada Unit ARHDM maupun Unit Propylene Olefins Complek (POC), dan melakukan pekerjaan maintenance lainnya. Sementara, pemeliharaan skala besar atau Turn Around biasa dilakukan setiap 5 tahun sekali,” paparnya.
Penulis : Rohman/Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




