MHNEWS.id.- Menentukan calon wakil presiden (cawapres) ternyata lebih rumit daripada menetapkan calon presiden (capres), terbukti tiga kandidat capres belum memiliki pasangan.
Tiga kandidat capres saat ini yaitu Ganjar Pranowo yang diusung PDI-P, Prabowo Subianto (Gerindra), dan Aines Baswedan (NasDem) sampai saat ini memang belum menetapkan cawapresnya.
Tarik menarik kepentingan antara partai koalisi menjadi penyebab alotnya penetapan masing-masing cawapres bagi ketiga kandidat tersebut. Kepentingan partai koalisi yang menginginkan kadernya menjadi cawapres adalah biang utama persoalan.
Namun demikian sesungguhnya masing-masing capres sudah ‘mengantongi’ nama-nama bakal cawapresnya. Seperti halnya Ganjar Pranowo yang diusung PDI-P, PPP, dan Perindo.
Ganjar Pranowo yang saat ini masing menjabat Gubernur Jawa Tengah ini mengaku ada lima nama calon pendampingnya. Ganjar juga mengaku cocok dengan lima calon potensial yang bakal mendampingi dirinya sebagai bacawapres itu.
Kelima calon yang disebutkan oleh Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di antaranta yakni Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Menparekraf Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Tohir, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono hingga Mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
“Nanti. Cocok semua tapi kan harus dipilih satu,” tutur Ganjar, di Gedung Gradika Bakti Praja Kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (24/7/2023).
Sebelumnya, Puan mengatakan, ada 10 nama bursa bacawapres Ganjar dari survei internal PDI-P. Namun, sekarang mengerucut menjadi lima nama potensial.
“Sekarang (bacawapres Ganjar) mengerucut lima orang, salah satunya adalah Ketua Umum PKB Cak Imin (Muhaimin Iskandar),” kata Puan pada awak media usai menghadiri Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-25 di Stadion Manahan Solo, Minggu (23/7/2023).
“Awalnya ada 10 nama bursa cawapres dari survei internal PDI-P. Sekarang mengerucut menjadi lima orang cawapres Ganjar di Pilpres 2024,” imbuh Ketua DPR-RI ini.
Penulis: Wawan Idris




