MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan ‘kemarahannya’ saat mengetahui ada dugaan bantuan sosial (bansos) digunakan untuk judi online (judol).
Dedi Mulyadi tegas meminta penyaluran bansos dievaluasi menyusul. Tujuannya agar kesalahan penyaluran tidak terus berulang.
“Tidak semua apa yang diberikan itu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).
“Maka diperlukan validasi data, itu yang saya maksud,” Gubernur Dedi menegaskan.
Ia menekankan perlunya survei dan pendataan ulang penerima bansos. Temuan bahwa sebagian penerima bansos justru berusia muda dan produktif menjadi sorotan.
“Kalau digunakan judi online berarti kan yang menerima bansosnya usianya muda dan usia produktif. Nah, kalau dia usia muda, usia produktif, menurut saya apakah layak dia menerima bansos?” kata Dedi.
“Harapan saya bansos itu diberikan pada satu, anak-anak yang yatim, yang orang yang ayahnya meninggal atau yang ibunya meninggal sehingga dia dititipkan di uwanya, di bibinya, atau di siapa pun itu harus menjadi prioritas pertama,” katanya.
Ia mencontohkan, orang yang berpenghasilan Rp 5 juta bisa tetap jatuh miskin karena uangnya digunakan untuk judol. Dedi meminta bantuan bagi penerima yang terbukti menggunakan uang untuk judi online dihentikan.
“Kita sudah memperkaya judol. Tujuan bansos itu menyelesaikan problem kemiskinan, bukan menambah masalah. Jadi, uang negara masuk ke rekeningnya judol, itu kejahatan,” ujarnya.
Penulis: Wawan Idris



