MHNEWS.id.- Anggota DPR RI, Ono Surono menegaskan masyarakat nelayan harus mendapat perhatian lebih dari orang-orang yang berposisi di pemerintahan sehingga hidupnya sejahtera.
“Siapapun orang yang saat ini duduk di pemerintahan agar lebih fokus ngurusin rakyat terutama pelaku usaha di bidang perikanan,” harap Ono saat kunjungan kerja bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Sabtu (23/9/2023).
Ia pun mengaku dirinya yang saat ini duduk di kursi wakil rakyat yang tak lain bagian dari pemerintahan, telah dan akan terus berupaya memperhatikan nasib nelayan.

Calon Presiden dari PDI-P, Ganjar Pranowo. Foto: dok. istimewa
Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini juga menegaskan, aspirasi-aspirasi masyarakat nelayan akan diperjuangkan di parlemen agar nasibnya ke depan jauh lebih baik dan bisa hidup sejahtera.
“Permasalahan nelayan saya hafal betul. Terkait permodalan, BBM, alur sungai dan muara, penyerapan produksi juga. Banyak,” aku Anggota Komisi IV DPR RI asal Indramayu ini.
Karena itu, ia pun mewanti-mewanti agar pada momen politik nanti masyarakat nelayan tidak salah memilih sosok yang maju dalam kontestasi Pileg, Pilbup, Pilgub, dan Pemilihan Presiden. Menurutnya, yang dipilih harus figur yang rekam jejaknya jelas.
“Jangan memilih yang memberikan uang pada sesaat sebelum pencoblosan. Saya bilang, awas hati-hati. Jangan pilih pemimpin yang mulai dari nol. Harus ada track record (rekam jejak) yang jelas,” pungkasnya.
Diketahui, Ganjar Pranowo saat ini sudah ditetapkan sebagai bakal calon presiden oleh PDI-Perjuangan. Mantan Gubernur Jawa Tengan ini juga mendapat dukungan dari Perindo, PPP, dan Hanura.
Ganjar Pranowo yang merupakan Kader PDI-P ini memiliki rekam jejak yang sangat baik, ketika menjadi Anggota DPR RI maupun Gubernur Jateng yang dijabatnya selama dua periode.
Saat ini elektabilitas Ganjar Pranowo dalam berbagai survei berada pada posisi paling unggul. Hal ini terjadi Ganjar Pranowo dianggap yang paling bisa meneruskan program Presiden Joko Widodo.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




