MHNEWS.id.- Politik kerap kali menyuguhkan kejutan-kejutan yang menarik. Sesuatu yang tak mungkin terjadi dalam politik bisa dengan mudah terwujud demi kepentingan abadi.

Seperti halnya hubungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Demokrat (PD) yang hampir 20 tahun ini begitu dingin. Kedua partai yang dinakhodai mantan Presiden Indonesia ini hampir sulit dipersatukan.

Namun kini ada secercah harapan ‘perang’ dingin antara Megawati Soekarnoputri (PDIP) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (PD) akan berakhir. Kepentingan pemilu 2024 adalah salah satu penyebabnya.

Akan berakhirnya kebekuan komunikasi antara kedua partai ini terkuak setelah Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengaku akan berkomunikasi dengan Partai Demokrat untuk membahas koalisi.

“Kita lihat dulu, ngobrol-ngobrol dulu apakah kita punya kesamaan membangun Indonesia ke depan,” kata Puan ditemui di kantor DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (11/6/2023).

Harapan semakin menguat ketika Puan menyatakan akan segera bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membahas soal Bakal Calon Wakil Presiden (bacawapres) mendampingi Ganjar Pranowo.

“Segera, segera ketemu,” kata Puan saat ditemui. Namun Puan belum memastikan kapan dirinya akan bertemu dengan AHY. Puan mengaku mencermati sejumlah nama untuk menjadi bacawapres Ganjar. Nantinya dari nama-nama yang mencuat akan dikerucutkan.

“Bahkan ada nama-nama lain yang kami cermati, seperti dengan Cak Imin, Pak Airlangga, dan nama-nama lainnya. Banyak yang masih bisa kita masukkan, kita lihat dulu apakah cocok jadi bacawapres PDIP,” katanya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pertemuan yang akan dilakukan kedua tokoh tersebut baik untuk masa depan bangsa dan negara. PD sangat menyambut baik rencana pertemuan kedua tokoh itu.

“Mbak Puan Maharani dengan Mas AHY, dalam kapasitasnya sebagai dua pemimpin muda, yang menatap masa depan, dan hari esok yang lebih baik, untuk bangsa dan negara kita bersama,” kata Teuku Riefky, melalui keterangan tertulis, Minggu (11/6/2023).

Teuku Riefky pun menyatakan, pihaknya juga terbuka terhadap seluruh partai politik untuk melakukan kerja sama dalam kontestasi pemilihan umum (pemilu) 2024.

Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Sekjen PDI-P Hasto Kristianto yang menyatakan bakal membagun dialog dengan Partai Demokrat.

“Partai Demokrat selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan seluruh partai politik, termasuk PDIP. Untuk itu, kami menghormati dan menghargai pintu komunikasi yang telah disampaikan melalui pernyataan terbuka Sekjen PDIP, Mas Hasto,” ucapnya.

Adapun Partai Demokrat saat ini tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama Partai Nasdem dan PKS yang rencananya akan mengusung Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden (capres).

Penulis: Wawan Idris