mhnews.id.- Penyesalan itu selalu datangnya belakangan, setelah peristiwa terjadi. Dan hal ini pula yang dialami seorang wanita paruh baya berinisial HJ. Perempuan berwajah cantik ini tak henti-hentinya menyatakan penyesalan kepada mhnews.id saat menemuinya di Lapas Indramayu.
“Aku ingin pulang, rindu kebebasan.” Ini adalah sepenggal lagu dari penyanyi legend Ebiet G. Ade. Namun ini bukan lirik nyanyian, ini adalah ungkapan meluncur dari bibir seorang ibu, penghuni LAPAS Kelas II Indramayu. Ia sudah lama mendekam di penjara selama kurang lebih 5 tahun.
Wanita paruh baya itu berinisial HJ yang berparas cantik ini mengungangkapkan kerinduanya pada kampung halaman, pada rumahnya, pada keluarganya dan rindu dua cucu yg sudah piatu.
Tak kuasa membendung air mata, wanita ini menyesali segala perbuatanya di masa lalu, yang membuatnya harus masuk penjara. “Saya nyesel sebab masuk kesini karena percaya perkataan dukun, hingga membuat saya masuk penjara, kapok,” ungkap HJ sambil meneteskan air mata.
Rasa penyesalan yang cukup dalam dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Nyesel, nyesel, yang tersisa cuma penyesalan,” ujarnya berkali penuh emosi saat diwawancarai mhnews.id, Kamis (6/10) di dalam Lapas Indramayu.
Diakuinya, suana dalam perjara Lapas Indramayu cukup aman, nyaman, bersih, akrab, dan bercanda sesama penghuni, namun tidak membuatnya bahagia. Bayangan ke dua cucu yang dicintanya selalu membuatnya ingin pulang, memeluk cucu tercintanya.
HJ pun bercerita, waktu kebebasanya tinggal menghitung hari, minggu depan ia akan bebas. Ia mengungkapkan ingin dijemput cucu cucunya, masak buat cucunya, bersih-bersih rumah. Pokoknya segalanya buat cucu tercinta, yang piatu karena sebab dia.
“Saya mau membahagiakan cucu, masak, bersih rumah, semuaanya,” ungkapnya. Diakui HJ, menghuni Lapas, walaupun segalanya disediakan, tetap kurang nyaman karena tidak bisa kumpul denga keluarga.
“Ya ruangan bersih, makan seadanya, diajari ketrampilan, fasilitas air untuk MCK lancar, bisa nonton tv rame-rame, petugasnya baik juga, tapi tetep aja, namanya penjara ga enak,” kata HJ.
Bukan hanya HJ yang menginginkan kebebasan dari penjara. Ada 20 napi wanita penghuni LAPAS Kelas II Indramayu lainnya yang juga mengaku hal yang sama. Mereka ingin pulang, ingin ebas, berkumpul Bersama keluarga tercinta.
Kepala Lapas Indramayu Beni Hidayat, menjelaskankan, jika masa hukuman HJ tinggal beberapa hari lagi. Beni berharap sekembalinya di tengah keluarganya HJ bisa diterima masyatakat dengan baik.
“Para napi ini semua disiplin dan berkelakuan baik selama di lapas, menaati aturan, dan sudah di bekali ketrampilan untuk bisa mandiri setelah bebas.
“Mereka orang baik, taat aturan, rajin ibadah, dan mudah diarahkan, punya kemauan tinggi untuk mengisi hari-harinya dengan belajar ketrampilan. Harapa saya jika mereka bebas, masyarakat bisa menerima dengan baik,” tutur Beni Hidayat.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




