ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Para malaikat, semua makhluk, dan alam semesta bertasbih sebagai ungkapan pengakuan bahwa Alloh Azza wa Jalla itu suci.
Subhaanalloh (Maha Suci Alloh). Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya. (Al-Baqarah: 116).
Bertasbih kepada Alloh Azza wa Jalla dengan mengucapkan subhaanalloh (Maha Suci Alloh) tidak lain adalah ungkapan pensucian mahkluk-Nya kepada Sang Pencita, Alloh Tabaroqta’ala.
Dalam hal ini, Allah Azza wa Jalla itu suci dari sekutu, apa pun bentuk dan jenisnya. Terlebih, sebagaimana orang-orang kafir yang menganggap Alloh Azza wa Jalla mempunyai anak.
Terhadap kesucian-Nya inilah maka semua makhluk dan alam semesta pun selalu bertasbih, sebagai pengakuan dan penegasan mutlak akan kesucian Alloh Azza wa Jalla. Subhaanalloh.
Jika alam semesta saja, baik makhluk hidup maupun benda mati bertasbih, mensucikan Alloh Azza wa Jalla maka kenapa manusia tidak?
Manusia sebagai makhluk yang sempurna dan mulia dengan akalnya seharusnya lebih banyak bertasbih daripada makhluk lainnya. Terlebih bila dibandingkan dengan benda mati.
Namun kenyataannya, justru karena akal dan merasa sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, manusia banyak yang sombong, takabur, bahkan kafir.
Bahkan muslim pun tidak mau bertasbih, kecuali sedikit sekali. Padahal bertasbih adalah cara manusia mensucikan Alloh Azza wa Jalla. Bahwa tidak ada sesuatu pun yang menjadi sekutu, menyerupai, dan menyamai Alloh Azza wa Jalla.
Manusia dengan hati dan akalnya menjadi makhluk yang sempurna. Akalnya seharusnya membimbing untuk tunduk kepada segala hukum-hukum Alloh Azza wa Jalla sebagaimana tertulis dalam Al Qur’an.
Sayangnya, akalnya itu kadang malah mendorong untuk mengingkarinya. Dengan akalnya, manusia malah menjadi sombong.
Bertasbihlah wahai manusia! Sucikanlah Alloh Azza wa Jalla maka hati, akal, dan jiwa kita akan tenang. Bertasbihlah wahai manusia, maka kerasnya hati akan menjadi lembut, kesombongan akan jadi tawadlu dan rendah hati.
Bertasbihlah wahai manusia! Basahilah bibir kita dengan tasbih setiap saat selama Alloh Azza wa Jalla memberi kita umur. Subhanallah (Maha Susi Alloh).
Penulis: Wawan Idris




