ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Merasa cukup dan selalu bersyukur atas rizki dan karunia yang diberikan Alloh Azza wa Jalla merupakan ciri orang yang kaya hatinya.
2. Kaya Hati
Sifat kedua yang Alloh Azza wa Jalla cintai adalah orang yang kaya hatinya. Kaya hati ini biasa juga disebut qan’ah (merasa cukup, puas, dan selalu bersyukur atas apa yang dimilikinya).
Ciri orang yang kaya hati atau qana’ah salah satunya adalah ia tidak berorientasi dan tidak mengharapkan pada kesenangan dunia, hatinya bahkan hanya tertuju pada kehidupan akhirat.
Bagi mereka yang kaya hatinya, dunia itu sesuatu yang tidak berharga, bahkan begitu rendah dan hina. Dunia (harta) yang haram mendatangkan adzab dan halalnya pun akan dihisab. Bagi mereka, begitu berat (mempertangungjawabkan) dunia.
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. .
Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allâh dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, atau orang yang mempelajari ilmu. .
Bagi mereka yang kaya hatinya, ketika mendapatkan nikmat, ia akan berpikir bagaimana mensyukurinya. Ia sadar bahwa sedikit nikmat saja belum tentu bisa bersyukur, apalagi banyak. Lebih dari itu ia khawatir dengan banyaknya nikmat dapat membuatnya lupa pada kehidupan akhirat.
Lalu ia pun ingat akan firman Alloh Azza wa Jalla: Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Q.S. Ibrahim: 7).
Hakikat kekayaan adalah kekayaan hati, demikian juga dengan hakikat kemiskinan adalah kemiskinan hati. Seseorang yang hartanya berlimpah tapi ia tamak dan serakah maka sejatinya ia hatinya miskin.
Siapa yang keinginan terbesarnya adalah kehidupan akhirat, Alloh akan kokohkan urusannya dan Alloh akan jadikan kekayaan itu di hatinya, serta dunia pun akan mendatanginya dalam keadaan dunia itu hina di matanya. (H.R. Ibnu Majah).
Orang-orang yang hatinya penuh cinta kepada akhirat, mereka hanya mengharapkan ridha Alloh Azza wa Jalla. Dunia itu fana dan akan segera ditinggalkan. Karenanya mereka tidak mengejar kekayaan dunia (harta) sebaliknya yang mereka kejar adalah kekayaan hati.
Kaya hati adalah sifat kedua yang Alloh Azza wa Jalla cintai dari seorang hamba, maka kejar, raih, dan istiqomahlah. (bersambung).
Penulis: Wawan Idris




