ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Saat ini di media sosial banyak sekali orang yang pamer harta kekayaan, kekuasaan, kesenangan, kesuksesan, bahkan pamer ibadah atau ria.

3. Tersembunyi
Kebiasaan pamer atau fleksing, khusus yang berkaitan dengan ibadah disebut juga ria tentu sangat bertentangan dengan sifat ketiga dari orang yang dicintai Alloh Azza wa Jalla, yaitu tersembunyi.

Seorang hamba yang memiliki sifat tersembunyi ini tidak menyukai ketenaran, tidak membutuhkan dikenal manusia. Ia akan selalu berusaha menyembunyikan segala kebaikannya agar tidak diketahui siapa pun. Ia lakukan itu karena hanya butuh dikenal penduduk langit.

Dia sibuk memperbaiki diri karena merasa banyak kekurangan dan dosa. Sebaliknya ia merasa tidak memiliki amal kebaikan. Kalau pun beramal shalih, ia akan menyembunyikannya.

Ia melakukan ini (menyembunyikan amal sholihnya) karena merasa menjaga keikhlasan itu sangat sukar. Batas ria dengan ikhlas itu sangat tipis. Begitu tipisnya, sehingga beramal dengan dipamerkan itu lebih mendekati pada ria daripada ikhlasnya.

Dikisahkan, Imam Ahmad bin Hanbal, beliau setiap harinya membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkannya setiap tujuh hari. Kebiasaan mulia Imam Ahmad ini ternyata tidak ada yang mengetahuinya, bahkan orang terdekatnya sekalipun, yaitu istrinya.

Maka Nabi Muhammad Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji orang-orang yang menyembunyikan sedekahnya, amal shalehnya. Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Ada tujuh orang yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat, di mana tidak ada naungan kecuali naungan Allah Azza wa Jalla.

Diantaranya adalah, seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakan oleh tangan kanannya. (H.R. Abu Hurairah).

Inilah sifat ketiga yang dicintai Allah Azza wa Jalla, tersembunyi (pada tulisan sebelumnya diuraikan sifat taqwa dan kaya hati). Adakah ketiga sifat ini pada diri kita? Sungguh merugi kalau ternyata ketiganya tidak ada pada diri kita.

Sebaliknya sungguh beruntung ketika tiga sifat itu ada pada diri kita. Dan ketika ketiga sifat itu ada maka kewajiban kita adalah berusaha memelihara dan istiqomah di atasnya. Semoga Alloh Azza wa Jalla menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang memiliki tiga sifat itu.

Penulis: Wawan Idris