mhnews.id.- “Seharusnya tidak perlu terjadi antrian yang panjang dan berjam-jam untuk membeli pertalite ini. Kan, harganya sudah dinaikan,” celoteh seorang bapak dengan nada emosi saat mengikuti antrian panjang untuk membeli pertalite di SPBU Kota Indramayu, Juma’at malam (9/9).
“Saya sudah antri kurang lebih setengah jam. Mana, lagi diburu-buru. Mau ditinggal pergi bensin di tangki motor sudah dalam keadaan kosong. Nanti malah mogok di jalan,” si bapak itu bersungut-sungut namun tetap ikut antri di SPBU Jl. Sudirman itu.
Diakuinya ia sengaja membeli pertalite pada malam hari karena pada siang hari antiannya sangat panjang. Harapannya kalau malam tidak ada antrian. Namun kenyataannya, tidak siang juga tidak malam, antrian di SPBU sama saja, panjang dan berjam-jam.
Sejak sebelum pemerintah menaikkan BBM subsidi dan sebagian non subsidi sebenarnya di SPBU Kota Indramayu, baik yang berlokasi di Jl. Sudirman maupun di Jl. Yos Sudarso sudah ada antrian panjang untuk membeli pertalite.
Hal ini wajar karena biasanya kalau akan ada kenaikan pengguna BBM suka nyetok terlebih dahulu. Bahkan dulu, walau pun untuk kepentingan sendiri (bukan untuk dijual), mereka dengan sengaja membawa drigen kapasitas 5 liter sampai 20 liter. Namun setelah ada kenaikan antrian itu tidak pernah terjadi, bahkan SPBU cenderung sepi.
Sekarang antrian itu terjadi baik sebelum kenaikan maupun sesudahnya. Bahkan antrian untuk membeli pertalite (BBM subsidi) ini jauh lebih panjang setelah harga dinaikan. “Memang aneh juga, sudah harganya mahal tapi masih antri juga untuk membelinya,” seloroh seorang bapak.
Petugas SPBU Jl. Sudirman saat dikonfirmasi membenarkan kalau untuk membeli pertalite memang harus antri cukup panjang dan lama. Hal ini terjadi selain karena ada peningkatan pembelian juga pelayanan menjadi lebih lama.
“Sekarang setiap mau ngisi BBM ke tangki mobil atau motor harus mengisi data dalam aplikasi terlebih dulu, lalu disesuaikan dengan barkode. Kalau kami tidak melakukan pengisian data ini maka BBM tidak akan keluar. Ini memerlukan waktu yang lumayan, makanya pelayanan jadi lebih lama,” ujar seorang petugas yang minta tidak disebutkan namanya itu.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




