MHNEWS.id.- Masyarakat harus cerdas, menggunakan akal sehat, dan hati nurani saat akan memilih calon presiden dan calon wakil presiden tahun 2024 agar tidak salah mencoblos dan menyesal.
Jangan karena iming-iming minum susu dan makan gratis masyarakat terhipnotis sehingga memilih calon penyebar janji-janji tersebut. Padahal janji-janji itu berpotensi terjadi korupsi berjamaah besar-besaran dan miskin manfaat.
Melansir Kompas.com, calon presiden Prabowo Subianto dan pasangannya Gibran Rakabuming Raka, beberapa kali menjanjikan program peningkatan gizi bagi anak-anak sekolah hingga pesantren.
Caranya dengan memberikan makan siang bergizi dan susu gratis untuk anak sekolah. Rencana kebijakan itu dilakukan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju di 2045.
“Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren,” isi dokumen visi misi dan program kerja pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran dikutip pada Jumat (22/12/2023).
Jika jadi direaliasikan, makan siang dan susu gratis akan diberikan langsung kepada siswa pra sekolah, dimulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga tingkat pesantren.
Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Hashim Djojohadikusumo, menyebut biaya program makan siang gratis untuk anak-anak akan mencapai Rp 450 triliun per tahun.
Anggaran makan siang gratis Rp 450 triliun dalam setahun tentunya merupakan biaya yang sangat besar. Bila direalisasikan selama 5 tahun atau 1 periode pemerintahan, maka biayanya mencapai Rp 2.250 triliun (tanpa menghitung kenaikan inflasi dan bertambahnya jumlah siswa).
Perbandingan dengan biaya Tol Trans Sumatera
Sebagai perbandingan, apabila dana sebesar itu dipakai untuk infrastruktur vital seperti jalan tol, maka Rp 450 triliun setara dengan biaya investasi pembangunan jalan Tol Trans Sumatera sepanjang sekitar 4.500 kilometer.
Ini dengan asumsi pembangunan jalan Tol Trans Sumatera membutuhkan dana Rp 100 miliar per kilometernya.
Sebagai informasi saja, pembangunan tol di Sumatera berkisar antara Rp 90 miliar sampai Rp 110 miliar. Investasi itu sudah termasuk untuk pembebasan lahan.
Dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi menjelaskan, untuk membangun Jalan Tol Trans-Sumatera dari Lampung hingga Aceh sepanjang 2.900 kilometer, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Kalau dihitung-hitung biayanya per kilometer Rp 90 miliar-Rp 110 miliar. Kebutuhan anggarannya berapa? Gede sekali,” kata Jokowi.
Tol Trans Sumatera sendiri menghubungkan Lampung di ujung Timur Andalas dan Aceh yang berada di paling Barat Indonesia. Keduanya terpaut jarak lebih dari 2.000 kilometer.
Adapun Tol Trans Sumatera dibangun tak hanya untuk menghubungkan Lampung sampai Aceh saja, namun juga mengkoneksikan dengan provinsi yang ada di sepanjang Pesisir Barat Sumatera seperti Bengkulu hingga Sumatera Barat.
Penulis: Wawan Idris




