mhnews.id.- Peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan RI bagi masyarakat bukanlah sekadar acara seremonial kenegaraan saja akan tetapi lebih menjadi ajang silaturahmi.
Melalui beragam kegiatan mulai dari perlombaan ringan, berat penuh tangtangan, sampai perlombaan yang mengundang gelak tawa masyarakat tumpah ruah berabur dalam suasana penuh kegembiraan.
Salah satu tradisi lomba yang banyak mengundang tawa adalah lomba Panjat Pinang (Bambu). Panitia biasanya menggelar lomba ini pada saat hari H Kemerdekaan, pasa tanggal 17 Agustus-nya. Beragam hadiah digantung di atas batang bambu yang di olesi oli.
Lomba ini ada yang bersifat individu ada juga kelompok. Untuk mendapatkan hadiah biasanya orang berebuat naik ke atas batang bambu, baik individu maupun secara beregu. Namun dibalik kemeriahan lomba panjat pinang, ada pengrajin yang mendapatkan keuntungan dari lomba ini.
Sejak awal Agustus, sejumlah pengrajin bambu mulai berkompetisi membuat perangkat untuk lomba panjat bambu sebagai pengganti pohon pinang. Agustus memang menjadi bulan berkah buat para perajin. Betapa tidak, setiap Agustus mereka selalu kebanjiran pesanan.
Seperti yang dialami Romdoni (32), pemilik usaha bambu di Blok Toang, Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Sejak awal Agustus sampai sekarang, pesanan pembuatan perangkat panjat bambu terus berdatangan. Bahkan, hal itu terjadi saat pandemi Covid-19 melanda dua tahun terakhir.
‘’Tahun ini memang pesanan bambu panjat pinang melonjak,’’ ujar Romdoni, saat ditemui di tempat usaha bambu miliknya di Desa Telukagung.
Romdoni menyebutkan, pada masa pandemi selama dua tahun terakhir, pesanan bambu panjat pinang untuk perayaan Agustusan ada di kisaran 30–40 buah. Namun saat ini, pesanan bambu panjat pinang sudah mencapai lebih dari 50 buah.

‘’Sampai hari H nanti, pesanan masih bisa bertambah. Banyak juga yang pesannya dadakan,’’ tutur Romdoni.
Untuk membuat bambu panjat pinang, Romdoni sengaja mendatangkan batang bambu dari daerah pegunungan, seperti Majalengka, Kuningan dan Sumedang. Dia menilai, bambu yang tumbuh di daerah pegunungan lebih tebal dibandingkan bambu di daerah dataran rendah, termasuk Kabupaten Indramayu.
Ketebalan bambu sangat penting dalam pembuatan panjat pinang agar tidak mudah patah saat dinaiki oleh peserta lomba panjat pinang. ‘’Kalau bambu dari daerah gunung mah dijamin kuat. Jadi sangat aman,’’ cetus Romdoni.
Untuk batang utama panjat pinang, Romdoni menggunakan bambu yang berdiameter 13–20 centimeter. Batang bambu dengan lingkaran tengah sebesar itu menunjukkan umur tanaman bambunya lebih dari tiga tahun.
Selain itu, Romdoni juga sengaja memilih jenis bambu surat untuk pembuatan bambu panjat pinang. Pasalnya, bambu jenis tersebut memiliki serat yang lebih halus sehingga cocok digunakan untuk panjat pinang.

foto: dok/istimewa
Untuk ukuran panjang batang bambunya, Romdoni menyesuaikan dengan umur peserta lomba panjat pinang. Untuk peserta pria, panjang bambunya 8-10 meter, peserta ibu-ibu 6-7 meter, dan peserta anak-anak 4-6 meter.
‘’Saya buat tergantung pesanan,’’ kata pria yang sudah menjalankan usaha pembuatan bambu panjat pinang sejak 12 tahun yang lalu itu.
Mengenai harga, Romdoni mematok Rp 150.000–Rp 250.000 per buah. Harga tersebut berbeda-beda tergantung dengan ukuran panjang bambu yang dipesan.
Dalam proses pembuatan bambu panjat pinang, Romdoni dibantu oleh dua orang pekerja. Setelah batang bambu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan oleh pemesan, bambu tersebut dibersihkan buku-bukunya sampai halus.
‘’Dalam sehari, produksi panjang pinang bisa lima sampai enam buah,’’ tutur pria yang sehari-hari berjualan pagar bambu tersebut. Bambu panjat pinang yang telah selesai dibuat selanjutnya dikirimkan kepada pemesannya. Untuk pengirimannya dilakukan secara gratis, sebagai bentuk pelayanan untuk memuaskan konsumen.
Romdoni bersyukur, pesanan bambu panjat pinang pada Agustusan tahun ini mengalami peningkatan.
Penulis: Iir sairoh
Editor: Wawan Idris




