mhnews.id.- Para sopir angkutan umum (elf) dan angkutan kota (angkota) di Indramayu sedikit lega setelah Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian Resort (Polres) Indramayu memutuskan penyesuaian tarif sementara.
Sebaliknya, masyarakat pengguna moda transfortasi umum baik elf maupun angkot harus sesak dada. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk biaya transfortasi, sementara penghasilan, baik bagi pegawai maupun profesi lainnya dipastikan masih tetap.
Lebih sesak lagi bagi para orang tua murid. Mereka mulai merasakan ‘kepanikan’ setelah mengetahui tarif angkot untuk pelajar juga ikut naik. Kesulitan yang bertambah membayangi masa depan mereka. Sebab di tengah serba sulitnya ekonomi, BBM pun naik yang juga dipastikan akan mengerek harga kebutuhan pokok lainnya.
“Anak saya dua yang masih sekolah. Satu di SMK dan satunya lagi di SMP. Keduanya pergi-pulang sekolah naik angkot. Sekarang tarifnya naik, sedangkan penghasilan pas-pasan. Iki priwe? Duh, ya tambah pusing bae,” keluh Nurkasan, warga Singajaya, Indramayu kepada mhnews.id, Senin (5/9).
Tarif angkutan umum elf jurusan Indramayu-Patrol memang disepakatai untuk sementara dinaikan dari semula Rp 15.000,00 menjadi Rp 20.000,00. Tarip ini berlaku untuk umum, sedangkan untuk pelajar tarip dikenakan setengahnya, Rp 10.000,00.
Untuk jenis kendaraan angkot, tarip naik Rp 1.000,00 dari semula Rp 4.0sesak 00,00 menjadi Rp 5.000,00. Tarif ini berlaku untuk umum, sedangkan untuk anak sekolah naik Rp 500,00 dari Rp 2.500,00 menjadi Rp 3.000,00.
Koordinator dan juru bicara sopir angkutan umum, Eteng Zekel mengharapkan setelah adanya kesepakatan sementara soal tarif angkutan umum tersebut para sopir dan armadanya bisa kembali melakukan aktivitasnya memberikan pelayanan transfortasi kepada masyarakat sebagaimana biasanya.
Dalam kesempatan dialog tersebut, selain masalah tarip, para sopir angkutan umum juga minta ada penertiban terhadap angkutan liar. Angkutan liar ini jumlahnya makin banyak dan sangat merugikan pemilik trayek asli. “Tolong tertibkan mereka itu,” tegas Eteng.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




