mhnews.id.- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan mensosialisasikan keadaan darurat kepada perwakilan masyarakat yang berlokasi dekat dengan Kilang Pertamina, yaitu Desa Balongan, Majakerta, dan Sukaurip, Kecamatan Balongan.
Sosialisasi yang turut dihadiri Forkopimcam Balongan tersebut dilaksanakan di gedung Patra Ayu komplek perumahan Pertamina Bumi Patra, Indramayu, Senin (10/10). Sosialisasi dilaksanakan sebagai respon dari peristiwa ledakan dua tahun lalu serta berdasarkan rekomendasi berbagai pihak.
Area Manager Communication, Relation & CSR Refinery Unit VI Balongan, Imam Rismanto mengatakan bahwa sosialisasi keadaan darurat tersebut untuk melengkapi sistem keadaan darurat yang telah ada di Pertamina RU VI Balongan.
“Kita saat ini mempunyai sistem sirene di empat titik, yaitu di Desa Majakerta, Desa Balongan, daerah Kesambi, dan Jetty. Makanya kami mensosialisasikan terkait dengan keadaan sirene tersebut,” katanya.
Sirene-sirene tersebut mengeluarkan berbagai macam bunyi yang mempunyai arti masing-masing. Salah satu diantaranya menunjukkan kondisi darurat, sehingga perlu dikoordinasikan dengan berbagai pihak seperti security, Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) atau lainnya.
Ia berharap dengan ditempatkannya sirene di empat titik tersebut, masyarakat lebih tanggap dengan keadaan darurat. Begitu juga dari pihak Pertamina akan lebih siaga jika suatu saat kondisi darurat terjadi.
“Harapan saya sirine itu tidak sampai kami bunyikan, artinya kami berharap sirine itu hanya sebatas sistem keamanan yang tidak akan pernah kami bunyikan, alias kilang beroperasional dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Section Head Emergency & Insurance HSSE Pertamina RU VI Balongan, Rudi Hermawan Catur Putra mengatakan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk mitigasi ketika terjadi keadaan darurat.
Hal itu disosialisasikan agar masyarakat lebih dini untuk upaya penyelamatannya. “Jadikan udah siap. Dengan harapan tidak terkait eskalasi lebih besar lagi,” jelasnya.
Saat ini Pertamina sudah menentukan titik kumpul masyarakat jika suatu saat terjadi keadaan darurat. Titik kumpul tersebut, yaitu untuk di wilayah Desa Sukaurip Blok Kunir, titik kumpul berada di lapangan SDN Sukaurip 1 dan 2.
Untuk Desa Balongan Blok Kesambi dan Wismajati, titik kumpul berada di Balai Desa Balongan, dan untuk di wilayah Desa Majakerta, titik kumpul berada di area lapangan volly sebelah kantor Kuwu Majakerta. Direncanakan, ada pengetesan sirene evakuasi pada hari Jumat setiap tiga bulan sekali.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




