mhnews.id.– Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indramayu (BEMSI) menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Koordinator Umum BEMSI Dewi Raudlatul Jannah mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan menimbulkan ketidakberesan yang akan mengancam kesejahteraan masyarakat secara luas. Sebab, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi naiknya harga-harga kebutuhan bahan pokok.
“Naiknya harga BBM adalah awal dari episode kesengsaraan rakyat, tidak memandang apakah itu konsumen atau produsen,” tegas Dewi kepada mhnews.id, Kamis (1/9).
Ditegaskan naiknya harga BBM akan menyengsarakan rakyat. Masyarakat akan mengalami tekanan akibat lonjakan harga bahan kebutuhan pokok yang belum pulih dari efek mewabahnya pandemi covid-19. “Jumlah keluarga miskin akan meningkat,” tutur mahasiswi STKIP NU Indramayu ini.
Dewi juga menambahkan bahwa pemerintah bukannya memberikan harapan baik di sektor pertanian sebagai jalan ekonomi mayoritas warga Indramayu khususnya, malah memangkas harapan itu.
Menurutnya, tak seimbang pula rencana pemerintah untuk memberikan bantalan sosial berupa bantuan langsung tunai sebesar Rp 600.000 sebagai penutup luka masyarakat akibat naiknya harga BBM.
Bantuan tunai langsung (BLT) yang diberikan pemerintah itu tidak sebanding dengan naiknya harga-harga, terutama bahan pokok. “Ini pasti akan mengakibatkan penurunan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




