MHNEWS.ID.- Manusia sejatinya hanya menumpang hidup di bumi dan harus menghormati keseimbangan lingkungan agar keselarasan alam terjaga dengan baik.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan kata-kata bijak itu dalam Instagram pribadinya, Senin (26/1/26) untuk mengingatkan semua pihak, pemerintah dan masyarakat.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menekankan perlunya introspeksi dan perubahan perilaku dalam memanfaatkan alam agar tidak menimbulkan kerusakan dan bencana sebagaimana yang terjadi di Cisarua.
Dedi Mulyadi menilai bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tidak bisa dilepaskan dari kesalahan manusia pada masa lalu dalam mengelola lingkungan.
Mantan anggota DPR RI tersebut menyebut, berbagai perubahan fungsi alam yang dibiarkan berlangsung lama kini berujung pada bencana.
Ditegaskan Dedi, longsor menjadi pengingat bahwa bencana dapat menimpa siapa saja, termasuk mereka yang tidak melakukan perusakan lingkungan secara langsung.
“Longsor yang dialami oleh saudara kita di Bandung Barat menjadi catatan penting bahwa bencana bisa menimpa siapa saja tanpa orang tersebut melakukan perbuatan yang mengakibatkan bencana,” tegasnya.
Dedi Mulyadi juga menyoroti perubahan lereng gunung yang kini dimanfaatkan sebagai kebun sayur dan kebun bunga dengan sistem greenhouse serta penggunaan media plastik.
Kondisi tersebut menunjukkan kekeliruan dalam memperlakukan kawasan yang seharusnya dilindungi.
“Lereng-lereng gunung berubah menjadi tanaman sayur dan kebun bunga dengan sistem greenhouse dan penanamannya menggunakan media plastik adalah fakta bahwa kita sudah berbuat salah terhadap areal-areal perbukitan kita,” kata Dedi.
Selain kawasan pegunungan, Dedi juga menyinggung alih fungsi lahan persawahan menjadi perumahan, pendangkalan sungai, serta bantaran dan sempadan sungai yang berubah menjadi kawasan komersial.
Semua itu, menurut dia, merupakan bentuk kelalaian kolektif terhadap alam. “Kita sudah abai terhadap alam semesta,” tegas Dedi.
Untuk itu, Dedi meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kesalahan kebijakan di masa lalu.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta menyadari bahwa aktivitas yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan berujung pada bencana.
“Pemerintah harus sadar akan kesalahannya, masyarakat pun harus menyadari bahwa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan menjadi bencana dan menimpa siapa pun,” tuturnya.
Penulis: Wawan Idris




