Catatan Redaksi
HAMPIR dua tahun kepemimpinan Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Wakil Bupati, Lucky Hakim berbagai penghargaan, baik tingkat Jawa Barat maupun nasional telah diraih atas prestasi dan kerja kerasnya.
Yang terkini, Bupati Nina memperoleh penghargaan dari MURI atas pemecahan rekor pergelaran Tari Topeng Kelana secara massal dan kolosal yang diikuti 7.891 orang. Prestasi luar biasa itu tak diragukan lagi sangat membanggakan seluruh masyarakat Indramayu.
Tari Topeng Kelana yang sudah ada sejak abad ke-10 dan melegenda sebagai ikon kesenian Indramayu semakin dikenal dan terkenal. Melalui gelaran Tari Topeng Kelana secara massal ini secara signifikan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya asli Dermayu ini.
Sejumlah penghargaan yang diraih itu semakin membuktikan, betapa Nina-Lucky sebagai Bupati dan Wakil Bupati dalam menakhodai Indramayu sangat mumpuni. Sebagai pemimpin muda yang berwawasan dan berbudaya kota mereka memang diharapkan membawa perubahan yang nyata.
Setelah berbagai penghargaan itu, kini ada pekerjaan sederhana namun akan sangat monumental dan fenomenal manakala dilakukan Bupati Nina. Pekerjaan itu tidak lain adalah menata Kota Indramayu yang hanya ‘sekepal’ itu. Sebuah pekerjaan yang membumi dan sangat urgen.
Wilayah Indramayu Kota hanya meliputi Jalan Sudirman, Jalan S. Parman, Jalan A. Yani, Jalan Suprapto, Jalan D.I Panjaitan, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Gatot Subroto. Hanya itu. Sekarang tengok kondisi trotoar di semua ruas jalan protokol tersebut. Tak ada kebersihan apalagi keindahan.
Trotoar dengan keramik atau batu-batunya yang sudah mengelupas, pecah, berserakan di san-sini. Trotoar yang dipenuhi pedang kaki lima menjadi pemandangan yang kontras dengan sejumlah pengharaan yang luar biasa itu. Tengok juga Sport Center yang kian kumuh.

Ikon payung gulis menghiasi trotoar di Kota Tasikmalaya. Foto: ANTARA
Jalan-jalan protokol adalah etalase bagi sebuah daerah sekaligus sebagai repsentasi keberhasilan pemimpinnya. Lihat Kota Surabaya yang diatata Wali Kota Tri Rismaharini atau Kota Semarang yang ditata Hendrar Prihadi.
Kedua wali kota itu karena keberhasilannya menata kota kini mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo. Risma kini menjadi Menteri Sosial sedangkan Hendrar kini menjadi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Di Jawa Barat kini Kota Tasikmalaya sedang berbenah diri. Tasikmalaya bersolek. Terlihat jalan H.Z. Mustofa dekat Masjid Agung Kota Tasikmalaya berubah total, bahkan mirip dengan Malioboro.
Trotoar di Jalan H.Z. Mustofa dilebarkan untuk pedestrian, sehingga bisa menampung pejalan kaki lebih banyak. Tak hanya dilebarkan, jalur pedestrian ini juga diisi dengan dua ornamen yaitu tempat duduk berupa kelom geulis dan payung emas kuncup berkelir emas.
Melalui unggahan Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan kunjungan ke Tasikmalaya. Melihat perubahan ini, Kang Emil (sapaan-red) memuji wajah baru Tasikmalaya.
“2 jempol untuk keberpihakan pada pejalan kaki dan kualitas kotanya. Sebuah semangat yang harus ditiru Kota dan Kabupaten lain di Jawa Barat juga Indonesia. Selamat naik kelas untuk masyarakat Kota Tasikmalaya,” tulis Kang Emil dalam caption.
In syaa Alloh dengan semangat kerja keras Bupati Nina, kebersamaan, dan kekompakan seluruh masyarakat, Indramayu pun akan lebih baik dari Kota Surabaya, Kota Semarang, dan Kota Tasikmalaya. Bupati Nina sangat mampu mewujudkan harapan itu.
Penulis: Wawan Idris




