MHNEWS.ID.- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bertakziah ke rumah duka sekaligus mendoakan almarhum Ainun Al Munawar di Desa Nunuk, Kecamatan Lela.
Kepada kedua orang tuanya, Bupati Lucky menyatakan duka yang mendalam atas meninggalnya Ainun seorang atlet bulu tangkis dan siswa kelas 9 SMPN Unggulan Sindang.
“Saya sangat berduka. Saya mendengar beberapa hari lalu ada korban kecelakaan, saya pikir waktu itu kecelakaan biasa, tapi ternyata ini lebih dari itu,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Bupati Lucky menegaskan, kecelakaan yang merengut nyawa Ainun ini bukan hanya duka bagi keluarga, melainkan juga bagi seluruh masyarakat Indramayu.
Ainun dikenal sebagai salah satu putra terbaik yang telah menyumbangkan banyak prestasi di bidang olahraga bulu tangkis.
Diketahui, Ainun meninggal dunia dalam kecelakaan motor di Jalan Raya Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang pada Rabu sore (22/10/2025).
Kecelakaan yang merengut nyawa Ainun dan membuat luka parah temannya ini kini jadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, terutama anak-anak remaja.
Obrolan yang beredar di kalangan anak muda, peristiwa tersebut bukanlah kecelakaan biasa akan tetapi diduga ada unsur kesengajaan.
“Tadi hasil obrolan, ada dugaan bahwa almarhum Ainun ini dicelakai oleh sekelompok anak-anak. Keterangan saksi yang mengetahui peristiwa tersebut memperkuat dugaan ini,” ungkapnya.
“Kemudian saat jatuh, almarhum ini ketabrak mobil juga, dan yang disayangkan lagi mobilnya itu juga melarikan diri,” sambung Lucky.
Perintahkan Penyelidikan
Untuk mengungkap dugaan tersebut, Lucky memerintahkan dinas-dinas terkait dan meminta aparat kepolisian untuk segera menyelidiki peristiwa ini lebih dalam.
Ia juga berencana mengumpulkan semua saksi yang mengetahui kejadian untuk dimintai keterangan demi memastikan apakah ada tindak pidana dalam peristiwa ini.
“Jika ada, keterangan itu akan digunakan sebagai bahan laporan ke kepolisian agar segera diusut tuntas,” tegasnya.
Lucky juga menginstruksikan untuk menyisir rekaman CCTV di jalan yang diduga dilalui oleh mobil yang menabrak Ainun.
Ia meminta agar sekelompok anak-anak yang diduga mengejar dan mencelakai Ainun segera mengaku dan menyerahkan diri.
Penulis: Wawan Idris




