MHNEWS.id.- Foto bersama bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo dengan bacapres Anies Baswedan saat sedang melakukan ibadah haji di Tanah Suci Mekah memberi efek sejuk di tanah air.
Banyak kalang menilai pertemuan kedua bacapres itu bernilai positif bagi persatuan, kesatuan, kedamaian bangsa. Pertemuan keduanya juga dapat memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pemilu.
Pertemuan Ganjar dan Anies di Tanah Suci ini pun disambut baik oleh para elite politik. PKS misalnya, berharap agar pertemuan kedua tokoh memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pemilu.
“Ya, mudah-mudahan bisa memberikan aura positif bagi pelaksanaan pemilu yang jurdil (jujur dan adil), luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia), tanpa tekanan dan intervensi, sehingga berlangsung secara demokratis dan bermartabat,” kata Fathul Bari.
Fathul pun mengajak masyarakat untuk mendoakan para calon pemimpin yang tengah melaksanakan ibadah haji. Dia juga memanjatkan doa untuk kebaikan pemerintahan Indonesia pada masa mendatang.
“Panjatkan doa terbaik untuk Indonesia, para pemimpin, dan masyarakat, agar Allah senantiasa memberikan segala kebaikan,” tuturnya.
Ketua DPP Partai Nasdem Effendi Choirie juga menyambut baik pertemuan Anies dan Ganjar di Tanah Suci. Dia berharap pertemuan keduanya dapat memberikan energi positif di tengah perhelatan Pemilu 2024.
“Kontestasi dalam persahabatan. Pesta demokrasi yang riang gembira. Para buzzer dan relawan tidak boleh saling mencaci, para pasangan adu gagasan, bukan adu kekuatan uang dan kekuasaan,” kata Effendi kepada Kompas.com, Selasa (27/6/2023).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Menurutnya, pertemuan Ganjar dengan Anies itu bisa menjadi momen silaturahmi antara keduanya.
“Bagus antarbakal capres bertemu, silaturahmi, komunikasi, apalagi di Tanah Suci,” ujar Herzaky pada Kompas.com, Selasa (27/6/2023).
Herzaky mengatakan, pertemuan Ganjar dan Anies bisa memberikan contoh pada masyarakat, bahwa meski berbeda jalan, tapi keduanya tetap akur dan menjalin hubungan dengan baik.
“Pengingat kalau berbeda pilihan, bukan berarti harus bermusuhan dan tidak berkomunikasi. Semoga bisa menjadi teladan bagi masyarakat di akar rumput,” tuturnya.
Pun, PPP, partai yang telah menyatakan dukungan buat Ganjar, menyambut baik pertemuan kedua tokoh. Juru Bicara PPP Achmad Baidowi berharap pertemuan Ganjar dan Anies dapat memberi pesan ke para pendukungnya agar tak bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan politik.
Awiek meyakini, dalam ibadahnya, Ganjar dan Anies sama-sama mendoakan agar Indonesia maju, makmur, tentram, dan adem ayem menyambut gelaran Pemilu 2024. “Husnuzan saya mereka berembuk untuk kebaikan negara Indonesia, bagaimana Indonesia lebih baik,” kata dia.
Pertemuan Ganjar dan Anies di Tanah Suci Mekkah sendiri terungkap lewat foto yang beredar di media sosial. Dalam foto itu, tampak Ganjar dan Anies mengenakan pakaian ihram.
Ganjar terlihat duduk didampingi istrinya, Siti Atiqoh. Anies juga ditemani sang istri, Ferry Farhati. Semuanya tampak tersenyum.
Selain itu, di tengah-tengah Ganjar dan Anies, ada sosok politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, ikut berfoto bersama.
Dikonfirmasi pada Selasa (27/6/2023), Suharso membenarkan adanya pertemuan antara dirinya, Anies, dan Ganjar. Menurut Suharso, pertemuan tersebut terjadi secara kebetulan di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji.
“Bertemu secara kebetulan,” kata Suharso kepada Kompas.com. Suharso mengaku, awalnya dia melihat Ganjar dan Anies dari kejauhan. Ia pun langsung menghampiri keduanya.
Di hadapan Ganjar dan Anies, Suharso bilang bahwa masyarakat di Indonesia harus melihat kedekatan keduanya. Anies dan Ganjar pun tak merasa keberatan ketika diajak foto bersama.
“Saya hanya senang melihat kedua beliau itu duduk berdekatan, sangat dekat sekali, ngobrol tampaknya saya lihat dari kejauhan. Saya tidak mau kehilangan momentum bersejarah itu bagi saya. Lalu, saya menghampiri dan berucap, ‘Indonesia mesti melihat ini’,” tuturnya.
Suharso memastikan, tak ada pembicaraan soal politik dalam pertemuan itu. Apalagi, mereka bertemu dalam prosesi ibadah haji.
“Sama sekali tidak ada (pembicaraan politik). Kami sedang mengenakan baju ihram, sudah ambil miqat haji, jadi tidak ada setipis apa pun pembicaraan seperti itu,” ujarnya.
Penulis: Wawan Idris




