mhnews.id.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu di bawah Kepemimpinan Bupati Nina Agustina terus melakukan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan. Salah satunya adalah memperkuat ketahanan pangan dan pergerakan perekonomian masyarakat.
Selain itu Bupati Nina juga memberikan permodalan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Program ini digerakan salah satunya melalui pemberian modal Program Kredit Usaha Warung Kecil (Kruw-Cil).
Program ini merupakan penjabaran dari salah satu 10 Program Unggulan yang telah diluncurkan Bupati Nina Agustina sejak awal menjabat. Dari program ini hasilnya dirasakan masyarakat Indramayu, terutama para pelaku UMKM.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, angka penduduk ekstrim di Indramayu pada tahun 2021 mencapai 75.820 jiwa, kemudian pada tahun 2022 mengalami penurunan sebanyak 22.770 jiwa, sehingga yang tersisa mencapai 53.050 jiwa.
BPS Jawa Barat mencatat angka kemiskinan Kabupaten Indramayu pada tahun 2021 sebanyak 13,04 persen. Tahun 2022 mengalami penurunan hingga saat ini angka kemiskinannya 12,77 persen.
Menurut Bupati Nina Agustina angka kemiskinan pada tahun 2020-2021 yang mencapai 13,04 persen itu dipengaruhi adanya wabah covid-19. “Alhamdulilah ada penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan dibanding pada saat pandemi covid-19,” ujar Bupati Nina.
Nina mengatakan, keberhasilan yang didapat tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, sehingga persoalan seberat apa pun bisa diatasi bersama. Bupati berharap kedepanya Indramayu bisa terus bergerak lebih baik dan maju.
Pemerintah, tegas Bupati Nina akan memaksimalkan semua potensi dan kemampuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebab, jika pendapatan masyarakat meningkat dampaknya angka kemiskinan ektrim pun dapat diminimalisir.
“In syaa Allah dengan kerjasama yang lebih baik dan semangat membangun yang lebih tinggi, semua kerja keras kita ada hasilnya. Persoalan seberat apapun bisa kita atasi Bersama. Kita yakin ke depan kesejahteraan masyarakat Indramayu akan lebih baik,” kata Bupati Nina, kepada wartawan.
Berikut ini persentase penduduk miskin (P0) di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, perbandingan tahun 2021 dan 2022.
Daerah 2021 2022
Indramayu 13,04 12,77
Kuningan 13,10 12,76
Kota Tasikmalaya 13,13 12,72
Bogor 8,13 7,73
Sukabumi 7,70 7,34
Cianjur 11,18 10,55
Bandung 7,15 6,80
Garut 10,65 10,42
Tasikmalaya 11,15 10,73
Ciamis 7,97 7,72
Cirebon 12,30 12,01
Majalengka 12,33 11,94
Sumedang 10,71 10,14
Indramayu 13,04 12,77
Subang 10,03 9,75
Purwakarta 8,83 8,70
Karawang 8,95 8,44
Bekasi 5,21 5,01
Bandung Barat 11,30 10,82
Pangandaran 9,65 9,32
Kota Bogor 7,24 7,10
Kota Sukabumi 8,02 8,02
Kota Bandung 4,37 4,25
Kota Cirebon 10,03 9,82
Kota Bekasi 4,74 4,43
Kota Depok 2,58 2,53
Kota Cimahi 5,35 5,11
Kota Banjar 7,11 6,73
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




