mhnews.id.- Dihina, direndahkan, dan dicaci maki bagi Presiden Indonesia, Joko Widodo sudah biasa. Ia tidak pernah marah, melawan, dan membalas dengan menggunakan kekuasaannya.
Begitu lapang dada dan sabarnya Presiden Joko Widodo. Banyak yang bertanya, kenapa Presiden Joko Widodo bisa sesabar itu. Apa rahasia dan ilmunya? Ternyata ilmu sangat sederhana, tawadhu.
Dihina dan direndahkan bertubi-tubi bagi bagi Presiden Joko Widodo memang tidak akan menyakitinya karena Ia sendiri sudah menempatkan diri pada level serendah-rendahnya (dan orang lain semulia-mulianya), tawadhu.
Budayawan Mohamad Sobary mengungkapkan hal ini saat diwawancara Eko Kuntadhi. “Toh, Jokowi sudah pernah berujar bahwa ia sudah di level serendah-rendahnya, jadi tak perlu berupaya merendahkannya lagi,” katanya.
Mohamad Sobary menilai para pengkritik atau pihak yang suka merendahkan, mencaci maki Presiden Jokowi merasa dirinya hebat dan hanya ingin mendapat perhatian.
Tapi sayangnya, apa yang diinginkan oleh para pembenci itu dianggap angin lalu saja sama Jokowi. Sobary menilai Jokowi tak ingin menciptakan seorang pahlawan dengan memenjarakan para pengkritik.
“Pak Jokowi tidak mau mencetak pahlawan, soalnya begitu dilaporin mereka jadi pahlawan. Pak Jokowi diamkan saja. Jokowi pernah bilang “aku mau dijatuhkan, aku sudah tidak punya tempat untuk jatuh karena sudah di tempat yang paling bawah”, tambahnya.
“Dan Jokowi juga tidak marah itu artinya tidak mau membuat pahlawan. Lebih khawatir nanti kalau orang yang enggak penting tiba-tiba malah jadi pahlawan,” kata Mohamad Sobary.
Cara diam Jokowi bagi Sobary efektif karena bisa meredam pihak yang berseberangan dengan sangat efektif.
“Misalkan ada maha guru, dosen bilang Jokowi itu goblok. Kalau kita ngejek orang dan kita ditanggapi berarti kalau dalam teori komunikasi tradisional Jawa itu artinya ada orang yang diluhurkan ada orang disepadankan. Tetapi kalau orang itu tidak pernah digubris sama sekali, dia yang sakit,” tegasnya.
Sebelumnya, materi ceramah Cak Nun yang menyebut Jokowi Firaun membuat para pihak pendukung Jokowi panas. Alhasil, Cak Nun menjadi topik pembicaraan paling populer di Twitter dalam tiga hari terakhir.
Adapun dalam ceramahnya, Cak Nun menyebut Indonesia telah dikuasai sebuah sistem kekuasaan yang kuat. Di mana Jokowi diibaratkan sebagai Firaun hingga pengusaha Anthony Salim sebagai perlambangan Qorun.
“Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 Naga terus Haman yang namanya Luhut,” kata Cak Nun.
Penulis: Wawan Idris




