MHNEWS.ID.- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Indonesia, Budiman Sudjatmiko, memandang Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang sarat akan paradoks.

Disebut demikian karena kondisi masyarakatnya yang tercatat termiskin di Jawa Barat sangat bertentangan dengan sumber daya alam yang melimpah.

Budiman menyebut Kabupaten Indramayu sebagai sumber pangan yang melimpah, baik surplus beras maupun dari sektor lautnya.

Selain itu, terdapat juga sumber energi yaitu deposit minyak dan gas yang berlimpah di dalam tanahnya, baik di darat maupun laut yang dimanfaatkan industri perminyakan oleh Pertamina.

Soal industri minyak dan gas, hanya Indramayu yang memiliki tiga aktivitas penopangnya, yaitu Pertamina Eksplorasi dan Produksi, Pertamina Pemasaran, dan Pertamina Pengolahan (Kilang Balongan).

“Di Indramayu ini, pangannya ada, energinya ada, tapi justru jadi kabupaten termiskin nomor satu di Jawa Barat. Paradoks nggak? Pparadoks,” kata Budiman usai menjadi pembicara pada sekolah politik di Hilal Hilmawan Institute di Desa Singajaya, Indramayu, Senin (21/7/2025).

Hal itu mengingatkan Budiman Sudjatmiko pada buku Paradoks Indonesia tulisan Prabowo Subianto sebelum menjadi presiden.

Menurut Budiman, kondisi di Kabupaten Indramayu ini menjadi potret dari Paradoks Indonesia sebagaimana buku tersebut.

“Karena itu, kami BP Taskin, menjadikan Indramayu sebagai satu kabupaten yang kita uji coba untuk membuat pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Budiman yang pernah mendirikan PRD di era Orde Baru ini.

Sebab, kata Budiman yang mantan aktivis di era Pemerintahan Soeharto ini, kemiskinan di Kabupaten Indramayu juga lengkap, baik struktural maupun kultural.

Dengan demikian, menjadi tantangan BP Taskin RI untuk melakukan tugasnya dengan menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai percontohan percepatan pengentasan kemiskinan.

“Kalau kita bisa selesaikan paradoks ini, maka kita sudah punya pola contoh bagaimana memecahkan paradoks Indonesia, bisa memecahkan apa yang ditulis Pak Prabowo dalam bukunya,” tegas Budiman.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan optimistis generasi muda para peserta sekolah politik itu akan termotivasi oleh pembicara Budiman Sudjatmiko.

Kemudian, mereka akan berkontribusi untuk berperan sebagaimana tugas BP Taskin RI.

“Insya Allah anak-anak muda siap untuk membantu Bung Budiman Sudjatmiko dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Indramayu,” kata Hilal.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris