mhnews.id.- Pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Indramayu sebagai daerah Lumbung Pangan Nasional. Predikat mulia ini memang sesuai dengan kemampuan Kota Mangga dalam menyediakan bahan makanan pokok rakyat Indonesia (beras) itu selama ini.
Tidak perlu diragukan lagi, sebagaimana dipaparkan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu, Ir. Ahmad Budiharto, M.M. untuk musim panen tahun 2022 saja produksi padi sudah pada angka 1.777.044,54 ton.
“Sampai dengan September 2022 ini produksi padi Indramayu sudah mencapai 1.777.044,54 ton atau 1.110.012,11 ton setara beras. Produksi padi sebanyak itu dihasilkan dari 244.804 hektar sawah,” paparnya kepada mhnews.id, Kamis (24/11/2022).
Dijelaskan Ahmad Budiharto, selama dua musim tanam (rendeng dan gadu) dalam tahun 2022 ini luas areal sawah Indramayu yang ditanami padi mencapai 244.804 hektar dengan produksi 1,7 juta ton lebih padi.
Jumlah produksi padi tersebut berpotensi naik sebab di beberapa wilayah sampai saat ini masih ada yang panen dan sebagian sedang menunggu panen. Luas arealnya juga cukup banyak. Dengan demikian data produksi padi Indramayu Tahun 2022 ini masih dinamis.
“Yang pasti, produksi padi Indramayu tahun 2022 naik signifikan daripada tahun 2021 yang hanya 1.319.624,00 ton. Jadi dengan data sementara ini saja kenaikannya sudah 457.420,54 ton,” katanya.
Sebagai Lumbung Pangan Nasional pada tahun 2021 Indramayu berkontribusi sebanyak 2,42 persen dan untuk Jawa Barat sebanyak 14,48 persen dari seluruh jumlah produksi. Kontribusi untuk pengadaan nasional tahun 2022 dipastikan naik seiring kenaikan produksi.
Dari jumlah produksi padi tahun 2022 yang mencapai 1,7 juta ton lenih itu, dijelaskan Ahmad Budiharto, kebutuhan domestik sebanyak 216.389,83 ton pertahunnya. Dengan demikian tahun 2022 Indramayu akan surplus beras sebanyak 893.622,28 ton.
“Kebutuhan beras untuk masyarakat Indramayu (domestik) ini berdasarkan perhitungan jumlah penduduk 1.834.434 jiwa kali 117,96 kilogram beras/kapita/tahun, yaitu 216.389,83 ton. Jadi Indramayu surplus padi/berasnya sangat banyak,” tegasnya.
Jumlah produksi padi/beras Indramayu sebanyak itu diharapkan tidak saja mampu memberikan kontribusi pangan nasional tetapi yang paling utama adalah dapat meningkatkan kesejahteraan petani, baik pemilik, penggarap, dan penderep.
Hal ini sesuai dengan harapan Bupati Indramayu, Nina Agustina, bahwa kesejahteraan petani Indramayu harus terus meningkat. Sebab, ketika petaninya sejahtera maka seluruh masyarakat Indramayu dipastikan akan ikut terkerek.
“Untuk mewujudkan Indramayu Bermartabat bisa dimulai dari mensejahterakan petaninya. Mengapa? Karena mayoritas warga Indramayu adalah petani. Itulah sebabnya pemerintah tetap memberikan skala prioritas dalam bidang pertanian,” tegasnya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




