mhnews.id.- Tidak salah bila Indramayu menyandang sebagai lumbung padi nasional sebab produksi bahan pangan pokok asal Kota Mangga ini sangat banyak sehingga selain mencukupi konsumsi sendiri juga diandalkan untuk cadangan pangan nasional.
Selama ini produksi padi Indramayu memang selalu surplus, sehingga tidak saja dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sendiri juga kelebihannya didistribusikan ke berbagai daerah sebagai cadagan nasional.
Produksi padi Indramayu sendiri setiap tahunnya pada kisaran 1,2 juta ton. Kebutuhan pangan domestik (masyarakat Indramayu) sekitar 800-850 ton sehingga surplus sekitar 350-400 ton. Kelebihannya inilah yang kemudian dicadangkan untuk kepentingan pangan nasional.
Berkenaan dengan pangan nasional ini, pada Minggu (13/11) sebanyak 40 kontainer beras seberat 800 ton dikirim dengan tol laut dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat dengan tujuan Aceh.
Pengiriman beras ini merupakan pelayaran kedua Tol Laut T-1 di Pelabuhan Patimban yang dilayani oleh Kapal Kendhaga Nusantara 14 dengan operator PT Citrabaru Adinusantara.
“Ini merupakan bentuk kerjasama dan sinergi Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional serta Perum Bulog untuk mewujudkan pemerataan pangan,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hendri Ginting dalam keterangan tertulis, Minggu (13/11/2022).
Hendri mengungkapkan, beras yang dikirim kali ini berasal dari Gudang Bulog Cabang Indramayu dan Gudang Bulog Cabang Cirebon. “Keberadaan tol laut di Patimban ini semakin memudahkan pemerataan distribusi beras dari wilayah Jawa Barat ke daerah Provinsi Aceh,” ujarnya.
Adapun trayek T-1 ini memiliki rute pelayanan Tanjung Priok – Patimban – Lhoksumawe – Malahayati – Patimban – Tanjung Priok. “800 ton beras yang dikirim ini tujuan pengirimannya ke Meulaboh sebanyak 400 ton, Sigli 300 Ton dan Blangpidie 100 ton,” sambungnya.
Sebagai informasi, pengiriman beras kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, sebanyak 10 kontainer berisi 200 ton beras dari daerah Provinsi Jawa Barat didistribusikan melalui tol laut ke Malahayati dan Lhoksumawe, Provinsi Aceh.
Beras tersebut dikirim menggunakan Kapal Kendhaga Nusantara 14 dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Selasa (18/10) yang lalu.
Penulis: Wawan Idris




