mhnews.id.- Belum sampai dua jam, sebanyak lima ton beras yang disiapkan Bulog Indramayu dalam kegiatan Operasi Pasar yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Indramayu langsung ludes dibeli masyarakat.
Emak-emak dan bapak-bapak begitu antusias membeli beras murah namun kualitasnya premium dalam kegiatan Operasi Pasar yang digelar di pasar tradisional Indramayu, Senin (13/02/202).
Nurlaela (46) warga Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang mengaku senang mendapatkan beras dengan kulitas premium namun harga murah. Selama ini hampir enam minggu ia membeli beras di kampung halamannya cukup mahal, Rp 13.000/kilogram untuk beras premium.
Sedangkan dalam Operasi Pasar yang diadakan Bulog Indramayu bekerjasama dengan Pemkab Indramayu, beras premiun hanya dijual dengan harga Rp 9.400/kilogram. “Senang, bahagia ada beras kualitas bagus, premium dijual murah,” ujar Nurlela.
Hal senada disampaikan Ato (55) warga Karangsong, Kecamatan Indramayu. Ia juga mengaku girang dan langsung ikut antri ketika ada kabar dijual beras murah dengan kualitas bagus.
“Saya pedagang ikan asin, dengar kabar dari pembeli ada beras murah langsung saya beli. Kualitasnya bagus sekali kali. Alahmdulillah bisa beli beras bagus dengan harga murah,” ungkap Ato.
Namun sayangnya, pembelian beras murah ini di batasi. Satu orang hanya diperbolehkan membeli 2 karung atau sebanyak 10 kilogram (satu karung beras berisi 5 kilogram-red). Itupun setiap pembeli ditandai tinta biru di jarinya.
“Sayang cuma boleh 2 karung. Cuma 10 kilo per orang, ga bisa beli banyak. Jari kita pun ditandai tinta biru. Untuk 2 karung 2 jari yang diberi tinta,” aku Nurlaela.
Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Dandy Arianto mengatakan Operasi Pasar dimaksudkan agar masyarakat bisa menikmati dan memiliki beras dengan harga terjangkau, namun kualitas premium. “Harganya Rp 9.400/kg beras kualitas premium namun harga medium,” jelas Dandy.
Rencananya kegiatan Operasi Pasar beras murah akan dilaksanakan di tiga pasar tradisional, yaitu Pasar Indramayu, Pasar Jatibarang, dan Kargngampel. Operasi Pasar akan digelar selama satu pekan ini dengan masing-masing menyiapkan 5 ton beras.
“Rencana ada 3 titik minggu ini. Waktunya kita persiapan dulu. Untuk masing-masing pasar kita sediakan 5 ton beras,” jelas Dandy.
Sementara Kabid Perdagangan, Diskopindag, Muhamad Husen mengatakan, Operasi Pasar beras murah ini sebagai tindak lanjut upaya Pemkab Indramayu menekan laju inflasi yang salah satu faktornya dipicu kenaikan harga beras sejak awal januari 2023.
“Harga beras salah satu pemicu, karena dikonsumsi oleh masyarakat secara umum. Di Indramayu stok beras masih cukup, hanya saja terjadi kenaikan harga yang luar biasa sehingga memicu inflasi. Dampaknya daya beli masyarakat rendah,” jelas Muhamad Husen.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




