mhnews.id.- Bupati Indramayu, Nina Agustina mengaku kaget dengan beredarnya surat dari Wakil Bupati, Lucky Hakim di media sosial dan kalangan masyarakat luas yang menyatakan mengundurkan diri dan berhenti dari jabatannya.
“Buat saya itu kaget. Karena secara pribadi tidak ada masalah dengan Wakil Bupati. Jadi untuk pengunduran diri (beliau) ini saya belum jelas (bersikap) seperti apa,” tutur Bupati Nina kepada mhnews.id, Selasa (14/2/2023) di pendopo.
Namun yang jelas, aku Bupati Nina, dirinya tetap akan bekerja dengan baik untuk masyarakat Indramayu, tetap membangun Indramayu sesuai janji-janji saya untuk melakukan perubahan-perubahan yang terbaik.
Karena hal itu pula, Bupati Nina meminta masalah pengunduran diri Wabup Lucky Hakim tidak dijadikan polemik (berkepanjangan) dan tidak ditanggapi secara negatif.
“Intinya saya tidak ada masalah apa pun dengan Wakil Bupati. Dengan Lucky Hakim saya sudah temenan lama. Kami sama-sama suka recue (penyelamatan) binatang. Jadi kami tidak ada permusuhan apa-apa,” paparnya.
Diungkapkan, komunikasi dengan Wabup Lucky Hakim selama ini berlangsung biasa-biasa saja. “Komunikasi, kalau dibilang lancar ya, ngga juga. Kalau dibilang ngga juga ya biasa saja, sih,” katanya.
Yang pasti saat bertemu pada peristiwa interpelasi beberapa bulan yang lalu (di tahun 2022), diungkapkan Bupati Nina pihaknya berusaha membuka komunikasi dan menawarkan kesepakatan-kesepatan untuk bersama-sama membangun Indramayu.
“Saya sudah sampaikan, hayo Mas Lucky kita ini satu paket. Kita selesaikan sampai tahun 2024. Tapi kan kita, ngga tahu, ya namanya jalan hidup atau takdir seperti apa,” katanya. Dan nyatanya Wabup Lucky Hakim lebih memilih mengundurkan diri daripada menyelesaikan jabatannya.
Senada dengan Bupati Nina Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil belum bisa bersikap atas permohonan Wabup Lucky tersebut. Kepada media Kang Emil mengatakan tidak bisa berandai-andai suratnya pun belum diterima.
“Saya belum bisa bersikap atau juga tidak mau berandai-andai atas pengunduran diri Wakil Bupati Indramayu itu karena belum menerima suratnya,” tegasnya kepada media, Selasa (14/2/2023).
Namun demikian beberapa kalangan menilai pengunduran diri Wakil Bupati dari jabatannya justru lebih baik bagi Lucky Hakim sendiri maupun masyarakat Indramayu. Lucky Hakim dinilai akan lebih terhormat mengundurkan diri daripada tetap bertahan namun tidak menunaikan tugas-tugasnya.
“Pak Lucky itu cerdas, jika saja kecerdasannya diimbangi dengan sikap kenegarawanan maka seharusnya beliau tetap ada di tengah pemerintahan dan masyarakat,” kata Ketua DPC LPKSM Al Jabbar Kabupaten Indramayu, Abdul Gofur.
Gofur menambahkan, untungnya, meski tanpa Lucky, roda pemerintahan di Kabupaten Indramayu tetap bejalan normal. Walaupun sendiri, kata Gofur, Bupati Nina terus bekerja dan menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan.
Oleh karenanya, tandas Gofur, daripada berlarut tanpa kejelasan sebaiknya Lucky berbesar hati untuk menanggalkan jabatannya sebagai Wabup Indramayu. Hal itu akan semakin menuai empati dan simpati masyarakat karena Lucky mundur dengan elegan.
Desakan mundur tersebut, kata dia, bukan sekadar untuk kebaikan Lucky tetapi untuk masyarakat Indramayu. “Karir politik Pak Lucky masih panjang, beliau cerdas, dan saya yakin bisa berkarir di daerah lain atau tempat lain,” ujar Gofur menambahkan.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




