MHNEWS.ID.- Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak hanya menyangkut aspek hukum.

“Tetapi juga mengenai ketahanan finansial keluarga yang ditinggalkan,” tegas Lucky dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kemandirian Keuangan bagi 300 calon PMI dari empat LPK lokal di sebuah hotel Indramayu, Jumat (6/2/26).

“Kami ingin PMI asal Indramayu tidak hanya siap bekerja secara fisik dan keterampilan, tetapi juga memiliki mentalitas pengelola keuangan yang bijak,” imbuhnya.

Mengutip Diskominfo, Pemda Indramayu bekerja sama dengan OJK Cirebon menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kemandirian Keuangan bagi 300 calon PMI.

Sosialisasi dilakukan sebagai wujud Pemerintah Daerah dalam melindungi dan memberdayakan PMI melalui penguatan literasi keuangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memastikan para pahlawan devisa memiliki bekal ekonomi kuat sebelum berangkat ke luar negeri.

Dijelaskan Bupati Lucky, edukasi ini sangat krusial agar hasil jerih payah mereka dapat berubah menjadi aset produktif, bukan habis untuk hal-hal konsumtif.

Sejalan dengan visi daerah, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan bahwa literasi keuangan adalah benteng utama bagi PMI agar terhindar dari skema penipuan.

Pihaknya mendorong calon PMI mengenal produk jasa keuangan formal dan memahami perencanaan masa depan yang matang agar tetap berdaya di masa tua.

“Kemandirian ekonomi purna PMI harus dipersiapkan sejak dini melalui pengelolaan modal yang terencana agar mereka tetap berdaya saat kembali ke tanah air,” tegasnya.

Penulis: Wawan Idris