mhnews.id.- Bupati Indramayu, Nina Agustina menemui para guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (GLPG) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Indramayu, saat demo di pendopo, Kamis (1/12/2022).
Para guru honorer itu sebelumnya berunjuk rasa di depan pintu gerbang Pendopo Indramayu. Di tengah rintik hujan yang turun sejak pagi hari, mereka berjalan dari titik kumpul di GOR Singalodra menuju Pendopo Indramayu, sekitar pukul 10.00 WIB.
Sesampainya di pendopo mereka meminta agar bisa bertemu langsung dengan Bupati Nina Agustina. Setelah sejumlah perwakilan guru diterima di dalam Pendopo, bupati akhirnya menemui para guru yang menunggunya di depan pintu gerbang pendopo sekitar pukul 16.00 WIB.
Di hadapan para guru, Nina mengatakan sedang memperjuangkan nasib para guru honorer tersebut. Perjuangan ini akan terus dilakukan antara lain dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Atas perjuangannya tersebut Bupati Nina minta doa dari para guru.
“Saya akan memperjuangkan Bapak dan Ibu. Doakan saya, ya. Perjuangan itu kan ada yang berhasil, ada yang tidak. Tapi bukan tidak berhasil, melainkan sesuatu yang tertunda,’’ kata Nina dihadapan para guru honorer.
Nina menyatakan, perjuangan itu akan terus dilakukan sampai Februari 2023. Dia pun sudah mengikuti rapat yang juga dihadiri oleh Menpan RB, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pendidikan, untuk membicarakan hal yang sama.
“Problem honorer ini bukan cuma di Indramayu, melainkan di semua kabupaten dan kota. Pemerintah kabupaten dan kota tidak bisa menentukan sendiri pengangkatan honorer menjadi PPPK. Itu semuanya ada rumusnya yang ditentukan dari Pusat. Tolong dipahami,’’ kata Nina.
Ketua Forum GLPG PPPK Kabupaten Indramayu, Suharjo, menyatakan, bupati akan memperjuangkan 1.899 orang guru honorer sampai Februari 2023. Namun upaya Bupati Nina ini sangat ditentukan kebijakan pusat.
“Antara berhasil atau tidak, beliau (bupati) koordinasi dengan empat menteri yakni Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, dan Menpan RB. Mudah-mudahan perjuangan bupati memuaskan dan menggembirakan para guru honorer,” tutur Suharjo.
Saat ditanyakan jika sampai Februari 2023 perjuangan itu tidak tercapai, Suharjo menyatakan, pihaknya akan berkomunikasi lagi dengan bupati mengenai langkah selanjutnya.
“Kita sudah sepakat untuk berbicara dengan baik-baik, agar komunikasi tidak putus. Kita tunggu saja hasil dari perjuangan bupati,’’ tutur Suharjo.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




