mhnews.id.- Bupati Indramayu, Nina Agustina meninjau langsung korban gelombang air pasang di Desa Kertawinganun, Kecamatan Kandanghaur, Minggu (1/1/2023).
Kedatangan Bupati Nina, disambut antusias korban gelombang air pasang yang mengungsi sejak Jum’at malam (30/12/2022) setelah wilayah pesisir utara Eretan dihantam gelombang air laut yang cukup besar.
Bupati Nina sengaja datang ke lokasi pengungsian meskipun cuaca sedang kurang bersahabat. Tujuannya untuk memastikan stok makanan, obat-obatan aman, kondisi pengungsi sehat, dan tidak kekurangan makanan.
Bupati Nina bahkan meninjau dapur umum dan sempat makan nasi bungkus yang disajikan untuk para pengungsi. “Makanannya cukup bergizi dan higienis, stok makanan aman, obat-obatan juga lengkap,” ujar Nina.
Bupati Nina berharap seluruh jajaranya terus memperhatikan kebutuhan warga yang terdampak bencana air pasang. “Saya minta jajaran tarkait memperhatikan semua kebutuhan warga terdampak air pasang. Kita bahu membahu menyelamatkan para pengungsi,” himbaunya.
Sebagaimana diberitakan mhnews.id sebelumnya gelombang pasang disertai angin kencang menerjang kawasan pesisir utara Kabupaten Indramayu sejak sepekan ini.Sejumlah rumah rusak parah beberapa diantaranya ambruk.
Angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon besar. Sejauh ini belum ada laporan korban luka dan korban jiwa. Sementara ratusan warga terdampak gelombang besar memilih mengungsi, mencari tempat perlindungan.
Kondisi terparah dialami warga Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Gelombang pasang menerabas jauh hingga menyentuh jalan utama Pantura. Beberapa rumah di sana, terendam. Malah sejumlah rumah yang jaraknya dekat denga pantai rusak bahkan ambruk.
Ratusan warga Eretan Kulon pun memilih keluar dari permukiman karena rumah tersapu gelombang pasang. “Keadaan ini terjadi sejak Jumat malam sampai saat ini. Ngeri banget, ombaknya sangat besar, anginnya juga kencang,” ujar Rohman, warga setempat.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




