mhnews.id.- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja (KR) sedang menjadi sorotan karena kredit macet mencapai Rp 150 miliar. Bank milik Pemerintah Kabupaten Indramayu itu pun dinyatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bank tak sehat dalam pengelolaan keuangannya.
Meski demikian, Bupati Indramayu Nina Agustina sebagai Kuasa Pemilik Modal bank tersebut meminta para nasabah tidak khawatir. Ia yang saat itu didampingi Direktur Operasional BPR KR, Bambang Supena, menyatakan uang milik nasabah yang ada di bank tersebut, aman.
“Kepada semua masyarakat yang menanamkan modalnya, berinvestasi, atau deposito, dan menabung, insya Allah saya tetap pegang kendali dan terus berkoordinasi dengan OJK,” ucapnya, saat sidak ke kantor BPR KR, Rabu (31/8).
“Saat ini Direktur Operasional menyampaikan juga insya Allah aman. Jadi minta tolong masyarakat untuk tenang. Kami berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya kepada mhnews.id.
Karena itu, ia meminta agar tidak terjadi rush money atau penarikan uang tunai secara besar-besaran dan serentak. Ia meyakinkan nasabah tak perlu khawatir karena BPR KR memiliki modal aset yang cukup besar sekira Rp 600 miliar.
“Jangan sampai terjadi rush (money). Percaya kepada saya sebagai KPM dan juga sebagai kepala daerah insya Allah saya jalani dengan amanah,” katanya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




