mhnews.id.- Pimpinan Daerah (PD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Indramayu siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mengerek angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Mangga yang saat ini masih tiarap.
Hal itu dikatakan Ketua PD PGM Indonesia Kabupaten Indramayu, Badrun, S.Pd.I., M.Pd. usai dilantik untuk memimpin perkumpulan tersebut periode 2022-2027, di Gedung PCNU Kabupaten Indramayu, Kamis (17/11).
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk berkolaborasi atau bersama-sama membangun sumber daya manusia (SDM), salah satunya adalah meningkatkan IPM dari sisi pendidikan. Itu ranah kami yang pasti kami akan lakukan,” kata Badrun.
Pihaknya optimistis dapat melaksanakan tugas peningkatan IPM tersebut. Rasa optimistis ini muncul karena selain jumlah peserta didik di madrasah sangat banyak, juga gerbong PGM Indonesia Kabupaten Indramayu begitu besar dan berada di semua tingkatan.
“(Anggota PGM Indonesia Kabupaten Indramayu) kalau kita dihitung dari tujuh komponen itu ada sekitar 13.000-an se-Kabupaten Indramayu,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Indramayu Nina Agustina menganggap penting sosok guru madrasah dalam upaya peningkatan kualitas SDM. Karena itu, ia meminta para guru madrasah agar berkontribusi maksimal untuk mewujudkan maksud tersebut.
“Sebab jika para tenaga pendidik mampu meningkatkan kualitas SDM dan daya saingnya, maka IPM di Kabupaten Indramayu dapat meningkat,” katanya.
Menurutnya, semakin banyak yang memperoleh pendidikan akan semakin meningkatkan rata-rata lamanya masyarakat mengenyam pendidikan. Selain itu, akan semakin banyak pula masyarakat yang memperoleh bekal pendidikan yang lebih baik untuk mendapat pekerjaan dan berpenghasilan layak.
“Dengan adanya korelasi positif antara dua hal tersebut, diharapkan selain akan meningkatkan IPM bidang pendidikan juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat yang berujung pada peningkatan IPM bidang daya beli,” ucapnya.
Dalam hal ini, jelasnya, bukan hanya dilihat pada pendidikan secara umum, melainkan juga pendidikan keagamaan. Pendidikan keagamaan berperan penting dalam pembentukan akhlak mulia, keimanan, dan kesholehan generasi bangsa.
“Sebab tak hanya menghasilkan SDM yang unggul dalam keilmuan secara umum, namun juga adanya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik sebagai muslim yang taat dan mengerti tanggung jawab berlandaskan nilai-nilai agama,” pungkasnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




