MHNEWS.id.- Menikmati secangkir kopi panas menjadi sensasi tersendiri bagi calon presiden Ganjar Pranowo saat melakukan silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Diungkapkan Ganjar Pranowo, kopi yang dinikmatinya itu memang bukan sembarang kopi. Minuman yang berbahan baku biji kopi itu diracik oleh barista yang berpengalaman puluhan tahun.
Saat Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/11/2023) memang sengaja mampir ke kedai kopi legendaris yang bernama Kopi Chong Bie.
Kedai Kopi Chong Bie merupakan salah satu dari sekian banyak kedai kopi legendaris di Asahan. Kopi Chong Bie sudah beroperasi sejak 1950. Jadi sudah masuk legen.
Ganjar Pranowo dan rombongan mengunjungi kedai kopi legendaris yang berlokasi di Asahan, Sumatera Utara itu. Ia bersama rombongan tampak menikmati secangkir kopi panas.
Bahkan, Ganjar Pranowo juga ikut serta belajar meracik kopi dengan cara tradisional. Ia terlihat menyeduh juga menyaring kopinya.
“Ini di Kopi Chong Bie dan ini kopinya yang sangat khas. Jadi, cara buatnya pakai penyaring, dan yang enak katanya ini kopi susu,” ujar Ganjar Pranowo.
Menu kopi yang dipilih oleh Ganjar Pranowo saat itu adalah kopi susu panas. Secangkir kopi itu dinikmati bersama roti bakar srikaya yang manis legit.
Dalam unggahan videonya, Ganjar Pranowo sangat menikmati panasnya kopi susu itu. Tak hanya menikmati kopi, tapi mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga berbincang santai dengan pemilik kedai kopi.
Kedai kopi yang telah berusia 73 tahun itu bertahan dari generasi ke generasi. Hal itu disampaikan oleh sang pemilik, “Oh dari awal tahun 1950, dari nenek, (sekarang) generasi ketiga.”
Kedai Kopi Chong Bie ini memiliki beragam menu yang nikmat. Untuk kopi pilihannya tak hanya yang panas polos, tapi ada kopi susu, hingga kopi ginseng yang unik.
Selain menu kopi, kedai ini juga menawarkan racikan teh yang nikmat. Diantaranya ada menu teh pahit, teh susu panas, teh bunga krisan, dan lainnya. Teman minum kopi bisa memesan roti srikaya, telur setengah matang, dan lainnya.
Penulis: Wawan Idris




