MHNEWS.id.- Capres nomor 3 Ganjar Pranowo melakukan safari kampanye ke Indramayu, Sabtu (22/12/2023). Ia menemui dua elemen penting masyarakat Kota Mangga, yaitu nelayan dan petani.

Di satu titik, ia mendengarkan keluhan-keluhan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, dan pengolah ikan di Tempat Pelelangan Ikan Desa Karangsong Kecamatan Indramayu. Di titik lain, ia menyerap aspirasi para petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua.

Saat bertemu nelayan, Ganjar mengungkapkan pentingnya menemui nelayan. Menurutnya, karena Indonesia sebagian besar wilayahnya adalah laut yang tak lain menjadi tempat mata pencaharian nelayan.

“Kenapa kemudian pertemuan ini jadi penting, karena wilayah terbesar Indonesia itu laut,” sebutnya.

Ia mengatakan nelayan harus sejahtera dari sumber daya alam yang terhampar luas di laut. Menurutnya, mengutip semboyan TNI AL ‘di laut kita jaya’, mestinya kekayaan di dalamnya juga membuat jaya para nelayan.

“Tapi ketika kemudian 2/3 laut ini tidak kita kelola dengan baik, rasanya tuhan Allah kasih rezeki di depan mata kita kok nggak dikelola dengan baik, ada yang salah rasanya,” ucapnya.

Ia kemudian berdialog dengan salah seorang nelayan bernama Amirudin dan mendengar keluhan-keluhannya dari atas panggung. Selain permasalahan BMM, modal usaha dan sebagainya, dari dialog tersebut juga dikeluhkan adanya pungli dari bajak laut setiap kali melaut.

Seusai itu, Ganjar kepada wartawan menyebut beberapa hal yang masih menjadi kendala nelayan seperti BBM, modal usaha dan lain sebagainya.

Menurutnya, harus dibereskan persoalan BBM yang masih menjadi kendala bagi kalangan nelayan kecil. Begitu juga persoalan modal usaha bagi nelayan yang mestinya dapat membiayai mereka baik dari perbankan maupun koperasi.

Adapun keluhan tentang adanya  pungli dari bajak laut kepada nelayan, Ganjar mengatakan hal itu harus ditindak secara hukum.

“Inilah tugas dari Kementerian Kelautan, dari Angkatan Laut yang bisa membantu para nelayan kita, seandainya menemukan semacam itu mesti ada tindakan penegakan hukum,” jelasnya.

Sementara saat bertemu petani Desa Wanasari, Ganjar mendengar keluhan seputar air, benih, modal, pupuk subsidi dan sebagiannya.

Terhadap keluhan yang paling menonjol yaitu tentang pupuk, Ganjar selain menilai jumlah pupuk yang harus ditambah, juga harus dibenahi kebenaran pendataannya.

Ia menegaskan pupuk subsidi tidak mungkin distribusinya bebas, melainkan untuk petani yang berhak. Untuk pupuk subsidi tepat sasaran harus sesuai prinsip 6 tepat yaitu tepat mutu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga, tepat waktu dan tepat tempat.

“Maka pentingnya menata data itu. Kalau datanya benar, jumlahnya benar, RDKK disiapkan, insya Allah salurannya benar,” pungkasnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris