PERUT buncit memiliki sejumlah risiko buruk pada kesehatan, selain tidak elok dipandang. Tumpukan lemak di perut atau biasa disebut lemak visceral merupakan salah satu jenis lemak yang cukup berbahaya.
Namun sayangnya menurut Jamie Harper MD, spesialis pengobatan obesitas yang berbasis di Amerika Serikat, tidak semua orang memahami bahaya perut buncit.
Melansir laman Livestrong yang dimuat Kompas.com, para ahli telah mempelajari sejumlah bahaya perut buncit bagi kesehatan. Berikut pemaparan selengkapnya.
1.Risiko diabetes
Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 di Journal of American Medical Association, perut buncit memiliki keterkaitan dengan masalah diabetes tipe 2.
Salah satu alasannya disebabkan oleh lemak visceral tersebut dapat memicu produksi sitokin, yang merupakan sejenis sistem kekebalan tubuh yang membuat sel menjadi kurang sensitif terhadap efek insulin yang mengatur gula darah.
2. Tekanan darah tinggi
Sitokin yang diproduksi oleh lemak visceral tidak cuma memengaruhi kadar insulin. Tetapi juga memengaruhi kemampuan sel tubuh untuk mengatur tekanan darah.
Hasil penelitiannya ditemukan bahwa 5 persen dari peningkatan lingkar perut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi sebesar 34 persen untuk pria, dan 28 persen pada wanita.
3. Serangan jantung
Faktor risiko ini masih berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang kemudian berdampak pada serangan jantung. Penelitian di European Journal of Preventive Cardiology pada tahun 2020, orang yang memiliki perut buncit berisiko mengalami serangan jantung berulang.
Menurut Harvard Health Publishing, lemak di perut dapat memompa asam lemak yang memberikan sinyal pada hati untuk lebih banyak memproduksi lemak dan kolesterol jahat.
4. Asma
Sejumlah penelitian telah menemukan hubungan antara ukuran perut yang besar dan risiko asma, bahkan pada orang yang memiliki berat badan normal secara keseluruhan.
European Respiratory Journal menyebutkan bahwa tingkat peradangan tinggi dapat mengakibatkan risiko asma. Kelebihan lemak di rongga perut bisa mempersulit paru-paru untuk mendapatkan oksigen sebanyak yang dibutuhkan.
5. Risiko kanker
Salah satu studi dari European Journal of Cancer pada tahun 2016 menyebutkan bahwa wanita yang lingkar pinggang dan pinggulnya berukuran besar lebih mungkin terkena kanker payudara daripada wanita dengan pinggang kecil.
Sementara pada jurnal yang lain seperti diterbitkan oleh PLOS One, terlalu banyak tumpukan lemak di perut juga dapat melipatgandakan risiko kanker kolorektal.
Penulis: Wawan Idris




